Komandan Eks Karyawan PT DI Tutup Usia di Tengah Perjuangannya
Minggu, 08 Jan 2006 13:30 WIB
Bandung -
Perjuangan ribuan karyawan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang menjadi korban PHK tak bisa lepas dari peran Abdul Muluk Bone alias AM Bone. Pria 40 tahun ini selalu berada di garda depan dalam setiap aksi Serikat Pekerja Forum Komunikasi Keluarga PT Dirgantara Indonesia (SP FKK PT DI).Kini, Bone yang oleh rekan-rekannya dijuluki Sang Komandan itu telah tutup usia. Bone meninggalkan 'medan juang' Minggu (8/1/2006). Ratusan pelayat mengantarkan jenazah Bone ke Tempat Pemakaman Umum Cibarunay, Sarijadi, Bandung. Bone meninggal dunia hari ini pukul 03.30 WIB saat dilarikan ke Rumah Sakit Borromeus Bandung. Almarhum meninggal dunia akibat penyakit jantung yang sudah dideritanya sejak tahun 2001. Selain mengidap penyakit jantung, AM Bone juga memiliki penyakit diabetes yang sudah dideritanya semenjak tahun 2004. "Sekitar pukul 03.00 pagi sempat diminta di-kerokin sama istrinya. Tapi tidak merah. Pak Bone juga mengaku sempat sesak nafas,"ungkap Ketua Umum SPF KK PTDI, Arief Minardi, saat ditemui di Masjid At Tafakur, Komplek Sarijadi, Jalan Sarijadi. Menurutnya, sejak tadi malam kondisi AM Bone sebenarnya dalam kondisi baik. Bahkan AM Bone sempat ngobrol akrab dengan kawan lamanya semasa di PT DI yang baru datang dari Singapura. Arief mengaku sangat mengenal baik dengan pribadi Bone. Bone dikenal memiliki semangat baja, pemberi motivasi, orator ulung dan jago menyanyi. detikcom juga mengenal Bone sebagai pribadi yang mudah akrab dan humoris. Tak jarang kritikannya yang tajam soal PT DI selalu diwarnai dengan guyonan khas Sulawesi Selatan. Di lapangan, AM Bone dikenal sebagai panglima tertinggi SPFKK PT DI dengan sebutan "Sang Komandan". AM Bone meninggalkan seorang istri, Sri Wahyuni, 37 tahun dan tengah hami 3 bulan serta dua putri yang lucu, yaitu Audi (9 tahun) dan Ewi (7 tahun). Saat menuju pemakaman, tak sedikit dari kerabat kerja dan keluarga Bone yang meneteskan air mata. Tak sedikit juga dari mereka yang melafalkan lafaz zikir. AM Bone sebelum meninggal sempat memberikan wasiat kepada seluruh kawannya yang tergabung ke dalam SPF KK PTDI. Wasiatnya adalah "Berniatlah yang kuat jika berjuang. Bone saat ini adalah tetap Bone yang dulu." "Kami sangat kehilangan. Ia seorang pejuang yang hebat. Semoga nanti akan banyak lahir AM Bone yang lainnya," ungkap Arief Minardi sambil meneteskan air mata.
(nrl/)










































