Heboh Santet di Kejagung
MUI: Tangkal Santet dengan Rasio
Minggu, 08 Jan 2006 13:48 WIB
Jakarta - Heboh santet yang melanda Kejagung juga dikomentari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan. Menurutnya, perbuatan setan tersebut dapat ditangkal dengan sikap rasional dan jiwa yang kuat."Kalau orang tersebut tidak percaya terhadap hal-hal semacam itu dan jiwanya kuat, saya kira nggak akan mudah kena santet," kata Amidhan pada detikcom, Minggu (8/1/2006) pukul 13.00 WIB.Tiga hari lalu Ketua Timtas Tipikor yang juga Jampidsus Kejagung Hendarman Supandji mengaku tempat tidurnya tiba-tiba dipenuhi belatung. Dia merasa adaorang yang mengiriminya dengan ilmu hitam. Lebih lanjut Amidhan menuturkan, di negara-negara berkembang seperti Indonesia, fenomena santet memang bisa jadi benar. Santet adalah sebuah budaya yang bersifat negatif. Meski begitu, Amidhan mengimbau masyarakat tak perlu terlalu takut terhadap hal semacam itu."Yang penting berusahalah lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan mengucapkan ta'awudz. Insya Allah kita akan terjauh dari setan yang mengganggu," tambah Amidhan.Sebelumnya, Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyarankan agar Hendarman diruqyah. Terkait ini, Amidhan menjawab bahwa bisa saja cara itu dilakukan. Namun menurutnya, orang yang akan diruqyah harus dapat berkonsentrasi tinggi dan percaya pada cara tersebut."Cara itu bisa saja dilakukan, tapi saya tidak menganjurkannya karena menurut saya hal itu (santet) dapat ditangkal dengan sikap rasional dan mendekatkandiri kepada Allah," demikian Amidhan.
(ken/)











































