2 Terduga Pembunuhan di Yahukimo Ditangkap, Sempat Panah Polisi

Wilpret Siagian - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 10:12 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Yahukimo -

Polisi berhasil menangkap dua orang yang diduga pelaku pembunuhan terhadap Yausan (31) warga Jalan Parasiso, Distrik Dekai, Yahukimo, Papua. Keduanya sempat melawan saat hendak ditangkap.

"Saat personel gabungan melakukan pengejaran terhadap para pelaku di sepanjang Kali Buatan arah Kampung Masi, sempat diserang menggunakan anak panah, namun tidak melukai personel," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan, Kamis (27/8/2020).

Kamal mengatakan penangkapan itu dilakukan setelah polisi meminta keterangan 2 saksi korban yang selamat. Polisi saat itu pun langsung bergerak ke lokasi untuk mencari pelaku.

Keduanya kemudian ditangkap saat aparat gabungan polisi dan TNI melakukan penyelidikan di sebuah kampung di sekitar lokasi kejadian. Namun, saat akan ditangkap, keduanya justru menyerang polisi.

"Kini keduanya masih menjalani pemeriksaan mendalam oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Yahukimo," ujarnya.

Yausan sebelumnya dibunuh pada Rabu (26/8) sore saat hendak mengantarkan batu batako pesanan. Mobil pikap yang ditumpanginya dihadang sekelompok orang tak dikenal di jembatan buatan Jalan Gunung Distrik Dekai. Para pelaku yang membawa parang hingga busur panah pun langsung menyerang korban yang duduk di bak mobil.

Kamal mengungkapkan, pembunuhan terhadap Yausan (31) merupakan peristiwa ketiga. Sebelumnya, dua kasus pembunuhan sadis juga terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Pada 11 Agustus 2020, seorang Staf KPU Yahukimo bernama Hendry Jovhinsky (24), warga Banyumas, Jawa Tengah, dibunuh oleh dua orang tak dikenal menggunakan sangkur di Jembatan Brasa, Distrik Dekai.

Polisi pun tengah memburu pelaku yang merupakan mantan prajurit TNI yang dipecat dari satuannya atas kasus penjualan amunisi kepada kelompok separatis di Timika, beberapa tahun lalu.

Kasus kedua terjadi pada 20 Agustus 2020, dengan korban bernama Muhammad Thoyid (39) seorang pekerja meubel asal Pasuruan, Jawa Timur. Pelaku yang belum diketahui identitasnya memanah dan menyayat-nyayat tubuh korban di jalan perlintasan yang sepi.

(mae/mae)