Penembakan di Belu, RI Minta Investigasi Bersama
Minggu, 08 Jan 2006 07:17 WIB
Jakarta -
Selain meminta agar ketiga jenazah warga RI segera dikembalikan, pemerintah RI juga meminta investigasi bersama menyusul terjadinya insiden penembakan oleh polisi Timor Leste di Sungai Malibaca, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.Hal ini ditegaskan Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Yuri Thamrin ketika dihubungi detikcom, Sabtu (7/1/2006).Pengembalian jenazah ini diperlukan agar segera dimakamkan oleh keluarganya. Saat ini, ketiga jenazah warga RI itu masih berada di rumah sakit di Distrik Bobonaro.Padahal insiden penembakan itu mengundang emosi dari keluarga korban. Namun aparat keamanan Indonesia berhasil meredam emosi keluarga tersebut sehingga tidak menjadi insiden yang bisa berkepanjangan. "Saat ini situasinya sudah kembali kondusif karena komandan perbatasan dari Indonesia dan Timor Leste sudah bertemu dan berkoordinasi," jelas Yuri.Dengan adanya insiden ini, lanjut Yuri, pemerintah RI meminta pemerintah Timor Leste melakukan komunikasi dengan aparat keamanan Indonesia agar insiden serupa tidak terulang lagi.Sebelumnya, tiga WNI eks pengungsi Timor Leste ditembak saat tengah memancing di perbatasan Turiskain tepatnya di sungai Malibaca, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (6/1/2006). Ketiganya tewas diterjang delapan peluru aparat polisi perbatasan Timor Leste.Peristiwa penembakan terhadap Stanis Maubere, Jose Mausorte, dan Kandido Mariano, terjadi pukul 11.45 WITA. Danrem 161 Wira Sakti Kolonel APJ Noch Bola saat dihubungi detikcom menjelaskan, berdasarkan investigasi sementara, ketiga korban ditembak tanpa peringatan.
(atq/)










































