Hendropriyono: Isu Formalin Seharusnya Tidak Disebarkan
Sabtu, 07 Jan 2006 21:06 WIB
Jakarta - Selain menghebohkan, informasi bahan makanan mengandung formalin merugikan banyak pihak. Menurut mantan Kepala BIN AM Hendropriyono, seharusnya informasi itu tidak langsung disampaikan pada publik."Lihat saja dampaknya. Rakyat kecil banyak yang susah. Pedagang bakso, ikan dan tahu jadi sepi," katanya dalam jumpa pers di Hotel Harris, Jl Dr Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (7/1/2006).Hendro menilai, bergulirnya informasi formalin ini membuktikan semakin berkurangnya perasaan kebangsaan rakyat Indonesia. "Seharusnya yang benar adalah melakukan pengusutan, mengambil langkah tindakan, menyelesaikan sampai tuntas baru diumumkan pada masyarakat supaya hati-hati," tandasnya.Menurut mantan Panglima Kodam Jaya ini, hal-hal yang bersifat publik seperti formalin ini harus dikaitkan dengan wawasan kebangsaan. Hal ini disebabkan isu formalin dapat berdampak bagi masyarakat luas terutama rakyat kecil yang semakin susah.Pemerintah, lanjut Hendro, juga sudah mulai terjebak ke dalam skenario global yang menyebabkan Indonesia semakin terjerembab.
(atq/)











































