Longsor Banjarnegara, 16 Orang Masih Tertimbum Lumpur

Longsor Banjarnegara, 16 Orang Masih Tertimbum Lumpur

- detikNews
Sabtu, 07 Jan 2006 16:09 WIB
Banjarnegara - Hingga Sabtu (7/1/2006), 16 warga Desa Sijeruk, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah diperkirakan masih tertimbun lumpur. Jumlah korban tertimbun menyusut setelah Tim SAR menemukan lagi 7 mayat pagi tadi.Dengan penemuan ini berarti korban meninggal yang berhasil dievakuasi dalam waktu empat hari menjadi 57 orang."23 Orang lagi yang akan kita cari, terutama wilayah RT 001 dan RT 002 di sisi timur dan selatan yang belum digali," kata Koordinator Operasi Pencarian Korban Arif Sudaryanto kepadadetikcom di Posko Bencana Desa Sijeruk.Arif memperkirakan wilayah operasi pencarian korban tinggal 10-15 persen lagi dari sekitar dua hektar lahan yang terkena longsoran. Dengan demikian diperkirakan operasi pencarian akan selesai Sabtu ini. "Operasi (pencarian, red) besar-besaran akan selesai sore nanti dan akan kita evaluasi hasilnya. Besok bila ada operasi tidak secara besar," katanya.Tujuh korban yang ditemukan adalah Tina Daryanto (21), Kiswari (60), Sukemi (40), Ny Maniyem Kusmedi (45), Ny Maksudi (65), Siti Jariyah (50), dan Sobinah (30). "Semua mayat sudah membusuk, akibat terlalu lama terkena air dan akibat luka-luka tertimpa ongsoran tanah dan bangunan," kata Arif.Mengenai menyusutnya jumlah korban yang diperkirakan tertimbun lumpur, Humas Pemkab Banjarnegara Sagiyo menambahkan, Tim SAR telah melakukan beberapa kali evaluasi dan diperkirakan jumlah korban longsor tidak sampai 100-an orang. Hal itu berdasarkan pendataan ulang pengungsi dan warga yang selamat maupun warga yang merantau meninggalkan dusun. Total jumlah warga di Dusun Gunungraja, Desa Cijeruk tercatat 655 jiwa. Dari jumlah itu sebanyak 33 orang pergi merantau. Dan warga yang berada di posko pengungsian sebanyak 537 jiwa. "Kalau dihitung, korban yang sudah ditemukan sampai kemarin (Jumat, 6/1/2006) 50 orang, dirawat di rumah sakit 12 orang. Jadi tinggal sekitar 23 orang saja yang kita cari, dikurangi 7 orang yang sudah ditemukan tadi," papar Sagiyo.Rugi Rp 6 MiliarTotal jumlah kerugian akibat bencana ini, imbuhnya, sekitar Rp 6 miliar. Rinciannya kerugian akibat 102 rumah yang hancur sekitar Rp 3,06 miliar, satu bangunan masjid Rp 76 juta, 1 gedung TK Rp 72 juta, 1 pos kamling Rp 4 juta, 1 sepeda motor Rp 10 juta, 1 mobil pick up Rp Rp 46 juta.Kerugian lain adalah 74 tiang listrik milik PLN Rp 111 juta, perhiasan emas 80 juta, uang Rp 31 juta, pesawat televisi 98 buah Rp 165,2 juta, dan tanah 4 hektar senilai Rp 1 miliar.Sedangkan kerugian sektor pertanian adalah 480 ekor kambing senilai Rp 288 juta, kolam ikan 46 buah senilai Rp 130 juta, ternak lain sekitar Rp 15 juta, tanaman salak 1 hektar Rp 48 juta, sawah 1 hektar Rp 15 juta, tanaman Albasia 600 batang Rp 180 juta, dan lain-lain mencapai Rp 40 juta. (umi/)


Berita Terkait