Kinerja Timtas Tipikor Gagal, Isu Santet Dimunculkan
Sabtu, 07 Jan 2006 15:02 WIB
Jakarta -
Santet yang dikabarkan menyerang Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) Hendarman Supandji dinilai hanya akal-akalan. Isu itu disinyalir sengaja dihembuskan untuk menutupi kinerja Timtas yang jauh dari harapan."(Santet) jangan jadi pembenaran atas kinerja Timtas yang gagal," tegas Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan di sela raker Fraksi PDIP DPR di Hotel Haris, Tebet, Jakarta, Sabtu (7/1/2006).Kegagalan Timtas sangat kasat mata. Ini dibuktikan dari 10 kasus yang diajukan Presiden SBY, hanya dua kasus saja yang berhasil diungkap, yaitu kasus korupsi Dana Abadi Umat (DAU) Depag dan korupsi di PT Jamsostek. "Jadi saya anggap Timtas sudah gagal," katanya.Karena itu, Trimedya mendesak Presiden SBY meninjau ulang keberadaan Timtas Tipikor, mengingat tidak adanya prestasi menonjol yang dibuktikan timnya Hendarman yang juga menjabat sebagai Jampidsus Kejagung itu.Peristiwa santet itu diungkapkan sendiri oleh Hendarman. Kepada wartawan, Hendarman mengaku banyak mengalami kendala dalam mengungkap kasus-kasus korupsi yang ditangani Timtas Tipikor.Salah satunya adalah santet yang dikirim kepadanya. Suatu kali, ia mendapati kasurnya dipenuhi dengan belatung. Kehadiran belatung yang tiba-tiba itu dinilai aneh, karena tidak diketahui dari mana datangnya.
(umi/)










































