Ini Analisis BMKG soal Gempa M 5,3 yang Guncang Wilayah Selat Sunda

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 08:23 WIB
Alat pendeteksi gempa Seismograf.  Zainal Abidin/detikcom.
Foto: Zainal Abidin
Jakarta -

Pagi tadi gempa bumi berkekuatan (magnitudo) 5,3 mengguncang wilayah Selat Sunda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Selat Sunda ini berjenis gempa tektonik.

"Hari Rabu, 26 Agustus 2020 pukul 06.27.59 WIB wilayah Selat Sunda diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,1," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2020).

Menurut Rahmat, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,75 Lintang Selatan dan 104,56 Bujur Timur. Tepatnya berlokasi di laut, pada jarak 141 km arah Selatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada kedalaman 43 km.

Rahmat juga menjelaskan jenis dan mekanisme gempa bumi ini. Menurutnya gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," kata Rahmat.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Labuan, dengan kekuatan IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), di wilayah Pandeglang II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) dan Tanggamus I-II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tuturnya.

Dia menyebut berdasarkan hasil monitoring BMKG, belum menunjukan adanya gempa susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak benar.

Simak video 'Panduan Kesiapsiagaan dan Evakuasi Hadapi Bencana di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/zap)