Markas TNI di Polman 'Diserbu' Anak-anak yang Belajar Secara Daring

Abdy Febriady - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 19:35 WIB
Kegiatan belajar daring di Makodim 1402/Polmas Sulawesi Barat
Kegiatan belajar daring di Makodim 1402/Polmas Sulawesi Barat. (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar -

Markas Kodim 1402/Polmas 'diserbu' anak-anak di lingkungan sekitar yang ingin mengikuti proses belajar secara daring (dalam jaringan) sejak sepekan lalu. Hal ini disebabkan pihak Kodim yang berada di Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menyiapkan jaringan internet gratis.

"Ini merupakan program Kodam Hasanuddin, kita membantu adik-adik para pelajar yang melaksanakan kegiatan belajar khususnya daring. Saya tahu setiap wilayah khususnya Polman ada kebijakan, kalau yang ada jaringan internet melaksanakan kegiatan belajar daring, yang tidak ada melaksanakan pembelajaran secara luring (luar jaringan). Untuk yang daring ini kami di Makodim menyiapkan internet secara gratis dan telah berjalan sejak beberapa waktu lalu " terang Komandan Kodim (Dandim) 1402/Polmas Letkol Arhanud Hari Purnomo kepada wartawan di kantornya, Selasa pagi (25/8/20).

Hari menerangkan penyediaan fasilitas internet gratis juga tersedia di jajaran Koramil. Pihaknya berupaya meringankan beban para orang tua atau murid, yang kesulitan membeli kuota internet untuk belajar daring.

"Di masing-masing Koramil juga kami siapkan WiFi gratis untuk belajar secara daring. Ini yang bisa kita bantu untuk meringankan beban para orang tua, apalagi kita tahu, kuota, dan segala macam itu membutuhkan biaya tambahan," ujarnya.

Hari menambahkan pihaknya telah memerintahkan para babinsa untuk membantu proses belajar secara tatap muka, khususnya di daerah yang belum tersentuh jaringan. Hari menuturkan hal itu dilakukan jika jumlah guru di daerah tersebut terbatas.

"Para Babinsa kita khususnya di daerah yang tidak ada jaringan atau listrik, kita sudah koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan, sekolah di tempat itu, kita membantu memberikan bimbingan belajar secara luring, di luar kelompok yang telah dibentuk sekolah. Tentunya kita paham dengan adanya kelompok itu, pasti ada keterbatasan guru, di situ kita masuk. Pada intinya kita sama-sama untuk mensukseskan program pembelajaran di tengah pandemi COVID-19," jelas Hari.

Salah seorang murid, Ika Handayani, mengaku bersyukur atas adanya fasilitas ini. Dia merasa mampu lebih cepat mengerjakan tugas sekolah.

"Dulu kita harus selalu membebani orang tua dengan membeli kuota internet, belum lagi jaringan yang sering bermasalah. Sekarang enak, di sini kita bebas mengakses internet, jaringannya lancar, tugas dapat dikerjakan dengan cepat, dan tentunya di sini banyak teman," ungkap Ika.

Berdasarkan pantauan, proses belajar daring berlangsung dalam ruangan baruga yang telah dilengkapi meja dan kursi. Anak-anak yang datang mulai dari murid sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Murid yang tidak memiliki ponsel pintar bisa memanfaatkan ponsel pintar milik prajurit yang mengawasi kegiatan belajar daring. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum memasuki baruga, setiap anak diwajibkan mencuci tangan dan melewati pemeriksaan suhu tubuh. Mereka juga diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak.

Kegiatan belajar daring di Makodim 1402/Polmas Sulawesi BaratKegiatan belajar daring di Makodim 1402/Polmas Sulawesi Barat (Abdy Febriady/detikcom)

(aud/aud)