Round-Up

Pinta Korps Adhyaksa Tak Asal Curigai Api di Ruang Pinangki

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 05:32 WIB
Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) terbakar pada Sabtu (22/8/2020) malam. Seusai api dapat dipadamkan, puing-puing bekas kebakaran pun berserakan di lantai.
Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). (Foto: Rengga Sancaya)

Meski demikian, Barita menilai wajar jika ICW meminta keterlibatan KPK dalam insiden kebakaran ini. Dia menyebut itu sebagai pandangan publik, mengingat jaksa Pinangki kini tengah diusut kasusnya oleh Kejagung.

Barita juga meminta Kejagung transparan dalam menjalankan kewenangannya, terutama terhadap kasus Jaksa Pinangki, sehingga masyarakat tidak menaruh rasa curiga terhadap Kejagung.

"Saya kita dalam soal ini Kejaksaan perlu juga memahami bahwa penanganan kasus ini bukan soal kewenangan saja, bahwa Kejaksaan punya kewenangan menyidik memang ya benar namun karena ini dilakukan oleh oknum jaksa P sendiri diperlukan keterbukaan, kesadaran dan kerelaan untuk bersedia melibatkan atau ditangani lembaga independen yang dipercaya punya kredibilitas tinggi oleh publik," tutur Barita.

"Sebab apa pun haslinya kalau public trust tidak ada akan selalu dipandang curiga dan sinis oleh publik. Sebab, tujuan akhir penegakan hukum sendiri salah satunya yg penting juga adalah rasa keadilan masyarakat," lanjutnya.

Sedangkan Kejagung menegaskan segala kecurigaan yang berkaitan dengan kebakaran itu harus didasarkan pada bukti-bukti.
"Curiga boleh saja tapi harus ada dasarnya. Yang ngomong itu tahu nggak tentang gedung itu? Gedung itu nyimpan nggak berkas perkara?" sindir Hari Setiyono sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejagung, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2020).

Hari lantas menjelaskan lagi bila gedung utama yang terbakar tidak menyimpan berkas perkara pidana umum maupun pidana khusus. Sebab, menurut Hari, berkas-berkas itu berada di gedung terpisah dari gedung yang terbakar.

"Curiga, berprasangka kalau tidak didukung bukti, mohon maaf, bisa fitnah," ucap Hari.

"Saya tidak mengatakan itu kepada kawan-kawan tapi secara umum mari kita lihat gedung itu peruntukannya apa, sudah berulang-ulang saya jelaskan tadi Pak Jaksa Agung juga menjelaskan gedung itu adalah bidang pembinaan, bidan intelijen, Jaksa Agung, Wakil Jaksa Agung," imbuhnya.


(aan/idn)