Indo Barometer: Deklarasi Giring Capres Cuma Gimmick Politik

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 18:46 WIB
GIRING NIDJI
Foto: Giring Ganesha PSI. (Hanif/detikcom)
Jakarta -

Plt Ketua Umum PSI, Giring Ganesha menyatakan siap menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Langkah Giring ini dianggap hanya sebagai gimmick politik semata.

"Pertama saya menanggapi sangat positif ya pernyataan bahwa Giring siap maju sebagai calon presiden 2024 karena dia sebetulnya sedang mengajak kalangan muda untuk tidak apatis dalam politik. Sebagai sebuah pendidikan politik saya melihat pernyataan Giring ini sangat bagus bagi generasi muda sebagai sebuah pendidikan politik," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari kepada wartawan, Senin (24/8/2020).

Meski begitu, Qodari menilai peluang Giring bisa maju sebagai capres sangat kecil dari sisi kemungkinan politik. Ini mengingat suara PSI yang masih kecil. Apalagi PSI tak memiliki kursi di DPR RI, walaupun ada beberapa perwakilannya di sejumlah DPRD.

"Sementara kalau kita bicara Pilpres 2024 sampai hari ini UU nya belum berubah sehingga yang berpeluang maju sebagai capres itu adalah mereka-mereka yang berasal atau didukung oleh partai-partai besar. Sebutlah PDIP, Gerindra, Golkar dan seterusnya," ucap Qodari.

Partai-partai besar cenderung akan memberikan dukungan untuk kadernya sendiri. Meski Giring merupakan Plt Ketum, Qodari menilai masih sangat sulit eks vokalis Band Nidji itu akan didukung oleh partai-partai lain di luar PSI.

"Bukan mustahil partai-partai itu akan mendukung Giring sebagai capres tapi ada syaratnya, Giring harus punya elektabilitas yang tinggi sekali sebagai capres di 2024 akan datang. Misalnya seperti Jokowi lah pada 2014 dan 2019 yang lalu, walaupun bukan ketum partai tapi dia bisa maju dan dicalonkan PDIP karena elektabilitasnya yang tinggi dan berpeluang menang," sebutnya.

Untuk membangun elektabilitas, jalur paling kuat saat ini adalah melalui lewat faktor sebagai kepala daerah. Daerahnya pun tidak sembarangan, sebab harus daerah-daerah besar seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur atau daerah dengan exposure nasional seperti Jakarta.

"Karena dengan jabatan sebagai kepala daerah itu orang akan melihat kemampuan yang bersangkutan dalam memimpin sebuah wilayah, memimpin masyarakat dan melakukan perubahan yang nyata," kata Qodari.

M QodariM Qodari (Foto: Ari Saputra/detikcom).

"Saya tidak melihat hal itu dapat dilakukan oleh Giring dengan posisi sebagai Ketum PSI, apalagi dia ini hanya satu tahun Plt karena ketua umum sesungguhnya adalah Grace Natalie. Dan untuk mendapatkan kaki-kaki yang kuat di daerah pun juga belum bisa karena anggota dewan PSI di daerah masih sangat terbatas," lanjutnya.

Atas dasar itu, Qodari menilai langkah Giring mengumumkan siap maju sebagai capres tidak benar-benar serius. Itu dianggap sebagai sebuah gimmick menyusul posisi Giring kini sebagai Plt Ketum PSI.

"Jadi kesimpulannya walaupun ini positif sebagai pendidikan politik, tapi ini saya melihatnya lebih pada sebuah gimmick untuk memperkenalkan Giring sebagai Ketum PSI untuk satu tahun ke depan," analisis Qodari.

Sebelumnya diberitakan, Giring mengumumkan siap maju sebagai capres. Ia meminta doa dan restu agar niatnya maju sebagai capres mendapat dukungan.

"Bismillahirrahmanirrahim, karena itulah, saya Giring Ganesha memberanikan diri mewakili generasi saya untuk maju sebagai Presiden Republik Indonesia di 2024," ungkap Giring dalam video yang diposting akun YouTube PSI.

Giring menyatakan ingin menjadi pelayan masyarakat. "Izinkan dan beri kesempatan kepada saya untuk melayani seluruh rakyat Indonesia. Saya percaya kita akan bangkit berdiri untuk Indonesia yang semakin jaya!" tutupnya.

Simak video 'Giring 'Nidji' Mau Maju Pilpres 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/gbr)