Pendarahan Otak Bisa Dihentikan, Sharon Masih Kritis

Pendarahan Otak Bisa Dihentikan, Sharon Masih Kritis

- detikNews
Sabtu, 07 Jan 2006 09:45 WIB
Jakarta - Setelah kembali menjalani operasi, kondisi Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon masih tetap kritis. Operasi selama tiga jam itu dilakukan untuk menghentikan pendarahan baru di otaknya.Ini merupakan operasi ketiga bagi Sharon dalam waktu kurang dari 2 hari. Berdasarkan scan otak menyusul operasi tersebut, terlihat bahwa pendarahan telah berhasil dihentikan.Namun Sharon masih tetap dalam kondisi "kritis namun stabil". Demikian diungkapkan para dokter yang menangani pemimpin bangsa Yahudi itu, seperti diberitakan AFP, Sabtu (7/1/2006)."Dibandingkan scan terdahulu, saya bisa katakan bahwa ada peningkatan signifikan dalam otak Sharon," ujar Shlomo Moryussef, Direktur Rumah Sakit Hadassah di Yerusalem.Sebelumnya, Sharon sengaja dibuat koma untuk menstabilkan kondisinya dan mengurangi tekanan pada tengkoraknya. Kondisi koma ini akan berlangsung 48-72 jam. Setelah itu, dokter secara bertahap akan membangunkannya untuk melihat respons dan kemampuan otaknya.Sejumlah dokter mengungkapkan, butuh keajaiban bagi Sharon untuk bisa sembuh seperti sedia kala. Menurut mereka, kalaupun hidup, Sharon kemungkinan akan menderita kerusakan otak yang tidak bisa disembuhkan.PM Sharon dilarikan ke rumah sakit pada 4 Januari lalu, atau kurang dari dua pekan setelah dirinya mengalami serangan stroke ringan pada Desember 2005 lalu. Pria berusia 77 tahun itu mengalami stroke berat yang disertai pendarahan otak. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini