Polisi Akan Atur Antrean di Pangkalan Ojol Stasiun Tanah Abang

Luqman Nurhadi Arunan - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 12:11 WIB
Polda Metro Pantau Penerapan Protokol COVID-19 di Stasiun Tanah Abang
Kombes Sambodo cek protokol kesehatan di pangkalan ojol Stasiun Tanah Abang. (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Pangkalan ojek online (ojol) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi perhatian polisi. Polisi akan mengatur jarak antre driver ojol di pangkalan tersebut agar protokol kesehatan COVID-19 tetap terjaga.

Pangkalan ojol ini menjadi salah satu titik yang dipantau Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat berkunjung ke Stasiun Tanah Abang tadi pagi. Pangkalan tersebut terletak kurang-lebih 100 meter dari pintu keluar stasiun.

Motor mereka terparkir tidak jauh dari pangkalan tersebut. Ada tenda hijau sebagai tempat driver ojol untuk menunggu penumpang yang keluar dari Stasiun Tanah Abang.

Saat disambangi Sambodo, driver ojol sedang mengantre untuk menunggu pesanan. Mereka terlihat memakai masker, meski kurang menjaga jarak fisik.

Sembari membagikan masker gratis, Sambodo meminta para driver ojol untuk menjaga jarak. Meski pengaturan order sudah tertata, Sambodo berharap garis pembatas jarak antrean antar driver di bagian bawah bisa diperlebar.

Menurut Sambodo, pengambilan penumpang di Stasiun Tanah Abang ini sedikit berbeda. Driver ojol mengambil penumpang di Stasiun Tanah Abang sesuai nomor antrean.

"Tadi kita sudah ke tempatnya terminal khusus atau pangkalan ojek online karena mereka sekarang sistemnya tidak lagi per alamat, tidak harus satu per satu janjian dengan si ojol itu, tapi siapa yang dapat dia sesuai dengan urutannya," kata Sambodo di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2020).

"Tadi kita atur ke sana agar bisa jaga jarak juga dan mungkin bisa dipertegas garis-garisnya," imbuhnya.

Sambodo berencana mulai besok akan menempatkan personelnya untuk mengawasi penerapan jaga jarak di pangkalan ojol Stasiun Tanah Abang.

"Nanti coba kita mulai besok tempatkan personel mengatur antrean di situ," ujar Sambodo.

(mei/mei)