Cerita Pemadam Kebakaran di Kejagung: Lawan Rasa Lelah hingga Dehidrasi

Tiara Aliya - detikNews
Minggu, 23 Agu 2020 21:06 WIB
Petugas Damkar telah berhasil memadamkan kebakaran di Gedung Kejagung, Minggu (23/8/2020). Kini mereka bisa beristirahat setelah belasan jam melawan api.
Pemadam kebakaran di Kejagung (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) DKI Jakarta berbagi cerita terkait upaya penanganan kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka harus melawan lelah agar proses pendinginan segera selesai.

Cerita itu diungkapkan oleh salah seorang petugas Damkar Pasar Minggu bernama Yusuf Septiawan (28). Ia menyebut proses pendinginan dilakukan untuk mencegah api kembali menjalar.

"Kita kan pertama mengurai terus pendinginan jadi menurunkan temperatur yang ada di ruangan supaya dingin. Jadi supaya suhu panasnya turun jadi tidak lagi ada penyalaan lagi," kata Yusuf saat ditemui detikcom di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020).

Tahapan pendinginan dimulai dari menyisir seluruh lantai gedung yang terbakar. Para anggota, termasuk Yusuf, mulai menyisir dan menyemprotkan bangunan atau barang yang masih berasap.

"Penyisirannya tiap lantai ada yang ikut. Lantai 1 sampai 6. Polanya kita sisir pelan-pelan sampai hawa panasnya itu hilang dan bara-baranya hilang," ungkap Yusuf.

Menurut Yusuf, tantangan terberat saat melakukan pendinginan adalah menghadapi suhu panas di dalam ruangan terbakar. Selain itu, lanjut Yusuf, asap putih yang berasal dari barang-barang terbakar menyebabkan matanya perih.

"Tantangannya ada. Suhu panas itu tantangan kita juga. Asap itu biasanya bara-bara, makin asap putih dia," ujar dia.

"Perasaannya mah kalau lelah mah pasti lelah," sambung Yusuf.

Selanjutnya
Halaman
1 2