Pengamat: MA Memang Harus Dilecehkan

Pengamat: MA Memang Harus Dilecehkan

- detikNews
Sabtu, 07 Jan 2006 06:06 WIB
Jakarta - Penolakan korps hakim Ikahi terhadap rencana Komisi Yudisial (KY) untuk mengocok ulang 49 hakim agung, mendapat respon yang tajam. Mahkamah Agung (MA) dianggap sebagai lembaga yang harus dilecehkan. Wah!"MA dan DPR memang harus dilecehkan. Ini terkait banyaknya calo kasus yang beredar di sana," kata koordinator Indonesia Court Monitoring Deni Indrayana saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/1/2006).Sebelumnya Ketua I Ikahi Djoko Sarwoko menolak mentah-mentah rencana KY untuk menseleksi ulang 49 hakim agung. Menurut Djoko, yang juga adalah hakim agung di MA, rencana KY itu telah melecehkan MA dan DPR.Rencana KY itu, lanjut Deni, adalah untuk memperbaiki kinerja para hakim agung yang ada dari mafia peradilan. "Ini diperlukan dengan operasi secara caesar," ujarnya.Menurut Deni, penyakit mafia peradilan sudah sangat akut. "Jadi untuk membersihkannya adalah dengan cara-cara yang tidak normal. Dan dibersihkan dari yang atas, karena mereka yang dijadikan contoh," cetusnya.Seperti diketahui, pada Rabu (4/1/2006) lalu, KY membuat rekomendasi ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyeleksi ulang 49 hakim agung. Untuk memperkuat rekomendasi itu, KY meminta payung hukum berupa Perpu dari Presiden. (fay/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads