Demi Keluarga, Buat Tahu Formalin
Sabtu, 07 Jan 2006 03:02 WIB
Palembang - Keluarga lagi-lagi menjadi alasan seseorang buat melakukan kesalahan. Termasuk menepiskan kesehatan orang lain, seperti yang dilakukan Manan (45) atau Liauw Tjan Jon, warga Palembang, yang membuat tahu menggunakan formalin.Tidak tahan sebagai kuli angkutan sayuran di pasar-pasar, Manan nekad membuat tahu dengan formalin selama setahun terakhir ini. "Saya ini punya delapan anak. Penghasilan dari jadi kuli angkutan tidak cukup."Lalu, saya sakit maag sehingga tidak dapat bekerja lagi. Ya, saya pun memutuskan membuat tahu, sejak setahun lalu," katanya kepada wartawan, di ruang pemeriksaan di markas Kepolisian Kota Besar Palembang, Jakabaring, Palembang, Jumat (6/1/2006).Nah, saat membuat tahu, keuntungan pun sulit didapat. "Bisnis tahu agak sulit. Apalagi tahu tidak tahan selama dua hari," katanya.Setiap hari Manan menggiling menggiling 50 kilogram kacang kedelai yang menghasilkan sekitar 1.000 potong tahu. Modalnya Rp 200 ribu, dengan keuntungan Rp 50 ribu. Dalam membuat tahu itu, Manan melibatkan anak-anaknya dan seorang pekerja.Saat ditanya wartawan, Manan tidak mau menjelaskan dirinya membuat tahu menggunakan formalin. Dia hanya mengeluh, "Tidak tahu, pasrah. Serahkan sama hukum," katanya.Namun, ketika ditangkap pada Rabu (4/1/2006) lalu, sekitar pukul 00.30, di rumahnya Jalan Putri Rambut Selako, Lrg Salam No.114 RT.05/02, Kemang Manis, Palembang, oleh polisi dan petugas POM, Manan mengaku menyimpan dan menggunakan formalin pada tahunya.Formalin itu ternyata digunakan Manan untuk tahu-tahu yang tidak laku. Tahu-tahu itu direndam dengan air yang adanya formalinnya kemudian direndam air garam, lalu besoknya dijual kembali di pasaran.
(fay/)











































