Golkar Tidak Elus Calon Panglima TNI, PDIP Ajukan Ryamizard
Jumat, 06 Jan 2006 21:35 WIB
Jakarta - Siapa nama calon Panglima TNI, masih belum jelas. Partai Golkar mengaku tidak menjagokan satu nama kandidat. Sedangkan PDIP sudah jelas mengusung nama Ryamizard Ryacudu untuk mengisi kursi nomor satu di tubuh TNI itu."Kami tidak mengelus satu pun calon," cetus Ketua DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (6/1/2006).Menurut Ketua Komisi I DPR ini, pihaknya memang akan menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden SBY untuk menunjuk kandidat. "Kita nanti hanya menilai saja saat fit and proper test. Pak Jusuf Kalla juga tidak akan mempengaruhi presiden untuk mengambil keputusan," tegas Theo.Berbeda dengan Golkar, PDIP lebih memilih untuk bersikap tegas. Partai berlambang moncong putih ini berharap SBY mengajukan nama Ryamizard sebagai calon Panglima TNI. "Kalau memang Presiden menginginkan soliditas dan kebaikan untuk TNI, sudah seharusnya nama Ryamizard diajukan ke DPR," jelas Ketua DPP PDIP, Tjahjo Kumolo, di tempat yang sama.Apalagi, kata Tjahjo, mantan KSAD itu pernah diajukan ke DPR pada masa Presiden Megawati. "Ryamizard tentu akan tetap tunduk dan patuh kepada presiden," ujarnya.Ketua FPDIP DPR ini mengaku heran dengan sikap SBY yang tidak juga mengajukan nama calon Panglima TNI. Ia menilai sikap itu mengesankan SBY mengulur waktu. "Kami tidak tahu apakah ini sengaja untuk menunggu Ryamizard pensiun atau apa. Yang jelas, seharusnya Presiden tidak perlu takut kepada siapapun yang menjadi Panglima TNI," tandas Tjahjo.Sekadar diketahui, saat mengisi masa akhir jabatannya sebagai presiden, Megawati sempat mengajukan nama Ryamizard untuk menjadi Panglima TNI. Namun, calon tersebut belum sempat uji karena Ryamizard memilih tidak datang. Tidak lama kemudian, Presiden SBY mencabut usul pengajuan nama tersebut. SBY berjanji dalam waktu dekat akan mengusulkan nama calon panglima ke DPR.
(ton/)











































