Hotel Roboh di Makkah, Korban Meninggal 53 Orang
Jumat, 06 Jan 2006 21:26 WIB
Makkah -
Petugas evakuasi berhasil mengangkat sebagian besar puing beton hotel Ar-Rayahin yang roboh. Hingga saat ini dipastikan sudah 53 orang yang meninggal dunia akibat tertimpa puing beton bangunan itu. Direncanakan evakuasi dan pembersihan jalan akan selesai hari ini. Kepala Pertahanan Sipil Urusan Haji Arab Saudi Mayjen Alwadi Jeddawi memastikan hingga Jumat (6/1/2006) siang, korban meninggal dunia sebanyak 53 orang. Saat ini, jenazah-jenazah tersebut masih berada di sejumlah RS di Arab Saudi. Hingga saat ini, kata Alwadi, petugas evakuasi masih terus melanjutkan evakuasi dan membersihkan puing-puing beton di Jl. Sif Amir (Gaza). "Saya harapkan evakuasi selesai hari ini dan jalan akan dibuka kembali," kata Alwadi seperti dikutip AFP. Pemantauan detikcom, hingga pukul 16.30 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 20.30 WIB, Jalan Sif Amir masih diblokir oleh para tentara Arab Saudi. Sementara alat-alat berat masih terus dikerahkan untuk menghancurkan dan mengangkat puing-puing beton yang masih tersisa. Belum ada rincian detil tentang 53 korban meninggal dunia. Namun, sebagian di antara mereka adalah jamaah haji dari Pakistan, Libya, Aljazair, Maroko, dan Tunisia. Wakil Ketua II Bidang Pelayanan Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia di Arab Saudi, Azimal, menyatakan hingga saat ini tidak ditemukan korban yang merupakan jamaah haji Indonesia. "Sampai sekarang tidak ada laporan jamaah haji kita menjadi korban. Sedangkan informasi yang masuk ke saya ada 30 korban yang meninggal dunia," kata Azimal. Kepala Seksi Sanitasi dan Surveilans (Sansur) BPIH Daker Makkah, Amin, SKM, mengaku hingga saat ini dirinya belum mendapat laporan terkini dari tim khusus yang diberi tugas melakukan sweeping ke semua RS di Arab Saudi. "Tim masih di lapangan, belum ada informasi terkini," kata Amin saat dihubungi detikcom pukul 16.30 WAS (20.30 WIB). Karena itu hingga saat ini tidak ditemukan adanya jamaah haji Indonesia yang menjadi korban. "Sejak siang tim sudah meluncur ke lapangan dan akan bekerja sesuai kemampuan mereka. Kalau hari ini masih ada RS yang belum disweeping, kita lanjutkan besok," ungkap dia. Tim khusus ini terdiri dari dua tim, yang masing-masing tim terdiri dari dokter BPIH, Sansur, dan tenaga musiman (temus) yang mahir berbahasa Arab. 2 Jamaah RI Tidak Kembali ke Penginapan Sementara itu, dua jamaah haji asal Indonesia dikabarkan tidak kembali ke pemondokannya hingga saat ini. Kedua orang yang suami-istri itu dikabarkan hilang seusai salat dhuhur Kamis (5/1/2006) kemarin. Pasangan muda ini berinisial Guf (31) dan Jum (25). Hilangnya dua jamaah haji ini telah dilaporkan anggota keluarganya, Ali Hasim ke Kantor Daker Makkah, Jumat (6/1/2006). Namun, belum diketahui secara pasti apakah kedua jamaah haji Indonesia ini menjadi korban hotel Ar-Rayahin atau kesasar. Kedua jamaah haji yang berasal dari kloter 6 Sub (Surabaya) itu masih terus dicari.
(fay/)










































