Penyelam yang Hilang di Sungai Mateng Ditemukan Terluka Parah Diterkam Buaya

Abdy Febriady - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 21:35 WIB
Penemuan penyelam yang hilang di Sungai Mateng, luka parah diterkam buaya
Penemuan penyelam yang hilang di Sungai Mateng, luka parah diterkam buaya (Foto: dok. Istimewa)
Mamuju -

Upaya TIM SAR Gabungan menemukan Asrianto (25), pemuda yang dilaporkan hilang saat buang air di Sungai Budong-Budong (sebelumnya ditulis Sungai Kalubimbing), Mamuju Tengah (Mateng), akhirnya membuahkan hasil. Asrianto berhasil ditemukan tak jauh dari lokasi ia dinyatakan hilang.

Pemuda yang berprofesi sebagai staf di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, ditemukan pada Jumat (21/8/2020) sekitar pukul 14.50 Wita. Asrianto ditemukan dalam kondisi terluka parah.

Luka parah yang dialami korban diketahui karena terkaman buaya. Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Mateng untuk mendapatkan perawatan.

"Saat ditemukan, korban dalam keadaan selamat, namun terluka parah akibat terkaman hewan buas (buaya)," kata salah satu anggota Basarnas Mamuju, Muslih, kepada wartawan.

Namun, nyawa pemuda yang aktif melakukan misi kemanusiaan bersama Tagana di Mateng itu tak tertolong. Muslih menyebut korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya dan akhirnya meninggal di rumah sakit.

"Luka sobek terdapat pada bagian bahu dan lengan," ungkapnya.

Menurut Muslih, sebelum berhasil ditolong, korban beberapa kali terlihat mengapung di sungai, dengan kondisi tubuh berada dalam mulut buaya. Tim penyelamat mengikuti buaya itu hingga akhirnya korban berhasil dilepaskan.

"Korban sempat dibawa buaya, tidak mau dilepas, jadi kita ikuti terus buayanya baru dilepas," terang Muslih.

Penemuan penyelam yang hilang di Sungai Mateng, luka parah diterkam buayaPenemuan penyelam yang hilang di Sungai Mateng, luka parah diterkam buaya Foto: dok. Istimewa

Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah Asrianto langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Kalubimbing, Desa Pangalloang, Kecamatan Topoyo. Kedatangan jenazah korban disambut tangis histeris keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR Gabungan dinyatakan ditutup.

"Operasi SAR Gabungan dinyatakan ditutup karena satu orang korban yang dinyatakan tenggelam di sungai Budong-Budong, Mamuju Tengah telah ditemukan," kata Kepala Basarnas Sulbar, Saidar Rahmanjaya.