Soal Aturan Ganjil Genap Motor, Biker Jakarta: Gue Nggak Setuju!

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 17:20 WIB
Lawan arah menjadi aktivitas yang mulai mendarah daging bagi pemotor yang ingin memangkas jarak tempuh. Risiko yang didapat tentu membahayakan.
Foto ilustrasi pemotor. (Grandyos Zafna/detikcom)

Warga lainnya, Sachrul Victor (31) mengaku kurang setuju bila ganjil genap untuk sepeda motor diterapkan di Jakarta. Dia mengatakan pergi ke suatu tempat di Jakarta dengan memakai sepeda motor masih lebih mudah dan efisien ketimbang naik transportasi umum.

"Kalau misalnya ada (ganjil genap untuk motor), otomatis kerjaan saya jadi terhambat. Kalau misalnya kayak sekarang nggak ada (ganjil genap motor), saya pergi jam berapa aja bebas, nggak harus tunggu ganjil genap. Belum tentu kalau misalnya ada ganjil genap, kantor mau membiayai menggunakan transportasi umum," jelas Victor.

"Nggak setuju sih sebenarnya," sambungnya.

Seorang warga Cibinong, Kabupaten Bogor yang bekerja di kawasan Jaksel, Andika Ramadhan (25) setuju bila ganjil genap untuk sepeda motor diterapkan namun syaratnya harus terpenuhi. Syarat yang dia maksud adalah transportasi umum ditingkatkan lagi.

Untuk saat ini, menurutnya, transportasi umum yang ada di Jakarta belum bisa mengakomodir semua wilayah.

"Cuma kayak lebih ke rute perjalanan, gitu. Kan ada beberapa daerah yang agak susah tuh (transportasi umum), apalagi kayak beberapa daerah (seperti) Pondok Indah, terus Blok M. Misalnya saya dari Bogor mau ke Blok M, itu kan muter-muter rutenya," terang Andika.