Soal Aturan Ganjil Genap Motor, Biker Jakarta: Gue Nggak Setuju!

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 17:20 WIB
Lawan arah menjadi aktivitas yang mulai mendarah daging bagi pemotor yang ingin memangkas jarak tempuh. Risiko yang didapat tentu membahayakan.
Foto ilustrasi pemotor. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mempunyai aturan penerapan sistem ganjil genap untuk sepeda motor. Pengendara sepeda motor menolak kebijakan tersebut.

"Gue nggak setuju. Motor akan menjadi terbatas ruang geraknya (dengan ganjil genap). Kadang kan alternatif untuk mengatasi kemacetan kan, warga Jakarta atau warga luar Jakarta banyak yang menggunakan sepeda motor. Jadinya cukup memberatkan (ganjil genap sepeda motor)," kata seorang pengendara sepeda motor, Bagas (25), saat dihubungi, Jumat (21/8/2020).

Bagas mengungkapkan dia tinggal di Cileungsi, Kabupaten Bogor dan bekerja di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Untuk pergi bekerja, dia mengaku menggunakan sepeda motor setiap hari.

Dia menjelaskan akses transportasi umum belum memadai untuk pergi bekerja bila ganjil genap sepeda motor diterapkan.

"Itu kan transportasi untuk saya kerja di daerah Kebayoran Baru, Jaksel, susah untuk akses transportasinya. Harus berapa kali naik (transportasi umum) untuk bisa menuju ke sana. Jadinya repot," lanjutnya.

Simak video 'Pro-Kontra Wacana Ganjil-genap Motor di DKI':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4