Kalla Sangkal Bakornas yang Dipimpinnya Lelet Tangani Bencana

Kalla Sangkal Bakornas yang Dipimpinnya Lelet Tangani Bencana

- detikNews
Jumat, 06 Jan 2006 17:07 WIB
Jakarta - Selaku Ketua Badan Koordinasi Nasional Penanggulan Bencana dan Pengungsi (Bakornas), Wapres Jusuf Kalla membantah pihaknya lamban menangani bencana alam yang datang beruntun belakangan ini dibanding saat terjadinya tsunami. Berdasar skala luasan daerah terjadinya bencana, langkah tanggap darurat dilaksanakan oleh Satkorlak daerah di bawah komando gubernur setempat. "Di bawah Bakornas kan ada Satkorlak. Sudah ada aturan baku sebenarnya. Begitu kemarin terjadi, kita langsung telepon gubernur. Anda jalankan ini dan ini. Kemudian yang bekerja adalah Satkorlak," kata Kalla di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/1/2006). Meski belum sempat meninjau lapangan, Kalla menyakinkan Bakornas tetap mengawasi proses penanganan bencana banjir di Jember, Jawa Timur dan banjir di Banjarnegara, Jawa Tengah. Salah satunya adalah menugaskan Ketua Harian Bakornas yaitu Menko Kesra Aburizal Bakrie memastikan seluruh korban yang dievakuasi mendapat pertolongan medis secepatnya. Sementara Mensos Bachtiar Chamsyah menangani langsung di lapangan distribusi bahan pakaian dan bantuan pangan untuk pengungsi. Kalla mengakui perlakuan demikian berbeda dengan bencana tsunami di NAD dan Sumut yaitu tanggap darurat dilaksanakan langsung oleh Bakornas. Sebab selain skala bencana dan jumlah korban yang luar biasa besar, sistem pemerintahan daerahnya juga lumpuh. "Di Aceh dulu, memang skalanya luar biasa. Di samping memang pemdanya yang seharusnya menjalankan justru menjadi korban. Itulah sebabnya mengapa kita tangani langsung. Tapi kalau di Jember dan Banjarnegara, struktur dan sistem gubernur, bupati, Polres tetap ada," jelasnya panjang lebar. Lebih lanjut, Kalla menyatakan pemerintah sejak jauh hari mengetahui kemungkinan bencana alam terkait tingginya curah hujan dengan kerusakan lahan di beberapa daerah. Perintah peningkatan kewaspadaan juga telah Presiden SBY sampaikan langsung pada kepala-kepala daerah bersangkutan. Termasuk pada Departemen Sosial untuk mempersiapkan stok beras bantuannya. "Sejak awal sudah ada daerah diberi peringatan lahannya mulai rusak. Kemudian curah hujannya tinggi. Tapi peningkatan kehati-hatian diperintahkan sejak awal oleh Presiden dalam rakor gubernur," kata JK. (nrl/)


Berita Terkait