Komnas HAM Minta Polisi Bongkar Peretasan Situs Berita Tempo.co

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 15:03 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Ilustrasi Peretas. (Foto: Pawel Kopczynski/REUTERS)
Jakarta -

Komnas HAM meminta pihak kepolisian mengusut tuntas peretasan situs Tempo.co. Komnas HAM menegaskan peretasan situs media online itu merupakan ancaman serius bagi demokrasi dan hak asasi manusia.

"Peristiwa peretasan situs media Tempo Group merupakan ancaman yang serius bagi kehidupan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia. Bukan hanya menjadi persoalan Tempo Group semata. Ini persoalan bersama bagi yang menciptakan Indonesia lebih baik, sejahtera, demokratis, dan menjunjung tinggi HAM," kata komisioner Komnas HAM M Choirul Anam dalam keterangannya, Jumat (21/8/2020).

Anam meminta polisi melakukan penegakan hukum secara maksimal dalam kasus ini. Anam menyebut polisi harus membongkar jaringan peretas situs berita Tempo.co agar peristiwa serupa tak terulang.

"Oleh karenanya, sangat penting bagi kepolisian untuk membongkar peretasan ini dan melakukan penegakan hukum dengan maksimal. Jika terdapat jaringan peretasan, membongkar jaringan menjadi keharusan," jelasnya.

"Tanpa penegakan hukum maksimal dan membongkar jaringan sampai ke akarnya, ini menjadi momok bagi bangsa dan negara yang menata demokrasi dan HAM-nya," sambungnya.

Lebih lanjut, Anam mendukung Tempo.co selalu menyajikan informasi terbaik ke publik. Dia berharap peristiwa peretasan ini tidak mempengaruhi pemberitaan.

"Saya mendukung Tempo untuk tetap bekerja dengan kualitas terbaiknya menyajikan berbagai informasi yang dibutuhkan publik luas seperti yang selama ini disajikan. Dan saya percaya Tempo tidak akan terpengaruh oleh kejahatan peretasan ini," sebut Anam.

Anam berharap peristiwa yang sama tidak dialami oleh media lain. Dia menyebut kegiatan jurnalistik adalah bentuk dari demokrasi.

"Semoga peristiwa yang dialami Tempo tidak dialami oleh media lainnya dan tidak terpengaruh oleh peristiwa ini. Tanpa kerja-kerja media yang berpakem pada jurnalisme dan kode etik jurnalis, sulit dibayangkan demokrasi dan HAM akan tumbuh kembang dengan baik di Indonesia," tutur Anam.

Diketahui, situs Tempo.co sempat tidak bisa diakses pada Jumat (21/8/2020) mulai dini hari. Kemudian, ada tampilan pesan tertentu di tampilan layar sebelum akhirnya Tempo.co mengambil alih kembali situsnya pada pukul 01.30 WIB.

"Memang benar website Tempo.co ada yang coba meretas berkali-kali. Kita menganggap ini salah satu upaya mengganggu kerja jurnalistik yang dilakukan Tempo, aktivitas rutin yang dilakukan dan diatur Undang-Undang Pers," kata Pemred Tempo.co Setri Yasra kepada detikcom.

Tampilan Tempo.co berubah menjadi hitam dengan tulisan sebagai berikut:

Deface By @xdigeeembok. STOP HOAX! Stop Hoax, Jangan BOHONGI Rakyat INdonesia. Kembali ke etika jurnalistik yang benar patuhi dewan pers. Jangan berdasarkan ORANG yang BAYAR saja. Deface By @xdigeeembok.

(lir/idn)