Relokasi Longsor Banjarnegara, Perhutani Siapkan 5 Ha Lahan
Jumat, 06 Jan 2006 16:16 WIB
Semarang -
Bencana longsor di Banjarnegara, Rabu (4/1/2006) lalu, diperkirakan berdampak serius pada kondisi tanah. Karenanya, Perhutani Jateng menawarkan lahan seluas 3-5 hektar untuk relokasi.Kepala Perum Perhutani Jateng Dahono Irianto menyebutkan, lahan itu berada di Blok Sigamblok, beberapa kilometer dari lokasi bencana di Dukuh Gunungraja, Desa Sijeruk, Banjarmangu, Banjarnegara. Kini, pihaknya sedang melakukan studi pada lahan tersebut."Kami dan beberapa instansi terkait sedang melakukan studi kelayakan kawasan tersebut. Kalau memungkinkan, korban bisa menempati lahan itu," kata Dahono Irianto ketika dihubungi melalui ponselnya, Jumat (6/1/2006).Dijelaskannya, relokasi merupakan langkah darurat. Pasalnya, hingga kini para korban belum bisa mematok target kemana dan bagaimana hidup mereka pascabencana. Pekan depan, relokasi sudah bisa dilaksanakan.Meski sudah mempunyai gambaran soal relokasi, Dahono menyatakan belum menawarkan rencana itu kepada korban. "Pada prinsipnya, kami hanya berusaha dan keputusannya ada pada para korban. Tapi lebih baik, menurut saya, mereka bersedia direlokasi," tuturnya.Mengenai penyebab longsor, Dahono menegaskan, hal itu lebih disebabkan faktor alam. Berdasar penelitian yang dilakukan Perum Perhutani Jateng, kemungkinan bahwa hutan jadi penyebabnya sangat kecil.Kondisi hutan di tempat terjadinya bencana longsor masih cukup baik, cukup rapat. Banyak pohon yang berakar kuat tumbuh sehingga dapat sedikit menghambat derasnya air hujan. Hanya saja, kontur tanahnya memang agak labil.Lebih lanjut Dahono menyatakan, perbukitan di sekitar lokasi kejadian terdiri lempengan batu yang cukup kokoh. Namun karena curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari, tanah tak mampu menampung air. "Akhirnya longsor," imbuhnya.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































