Ditambah Gerakan KAMI, Ini Daftar Panjang 'Oposisi' Pemerintah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 14:06 WIB
Sejumlah tokoh nasional deklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Lapangan Tugu Proklamasi. Din Syamsuddin-Gatot Nurmantyo hadir di acara itu.
Deklarasi KAMI (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah melakukan deklarasi. Kehadiran KAMI pun membuat daftar oposisi pemerintah semakin panjang.

Mereka yang berseberangan dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mulai organisasi kemasyarakatan hingga partai politik. Dari KAMI hingga PKS.

Berikut 'klaster' oposisi pemerintah saat ini:

KAMI

KAMI dideklarasikan oleh sejumlah tokoh, di antaranya Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Refly Harun, Said Didu, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy, dan Ahmad Yani. Mereka menyebut KAMI sebagai gerakan moral yang berjuang demi mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera.

"KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Ketua Komite KAMI Ahmad Yani saat membacakan Jatidiri KAMI saat deklarasi di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

Ahmad Yani juga menuturkan KAMI berjuang membangun masyarakat yang sejahtera berdasarkan konstitusi. Dia menyebut KAMI akan melakukan pengawasan dari segala potensi penyimpangan.

"KAMI berjuang dengan melakukan berbagai cara sesuai konstitusi, baik melalui edukasi, advokasi, maupun cara pengawasan sosial, politik moral, dan aksi-aksi dialogis, persuasif, dan efektif," sebut Ahmad Yani.

PKS

PKS saat ini menjadi salah satu partai oposisi. Dikomandoi Presiden PKS Sohibul Iman, PKS kerap menggulirkan kritik terhadap kebijakan-kebijakan Jokowi.

PKS pun mendukung kehadiran KAMI. Dengan kehadiran KAMI, menurut PKS, kekuatan mengawasi pemerintah akan bertambah.

Kendati demikian, PKS menegaskan gerakan KAMI beda dengan PKS karena bukan partai politik. Meski begitu, PKS membuka peluang kerja sama sebagai mitra oposisi pemerintah.

"Yang pertama tentu kita apresiasi semua niat baik, bukan hanya KAMI, tapi juga individu dan institusi lain yang sama-sama menjaga pemerintah, karena pemerintah justru beruntung kalau ada yang jagain, karena power cenderung menyimpang. Kalau ada yang jagain, justru bagus," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera ketika dihubungi, Rabu (19/8/2020).

Tonton video 'Gatot Nurmantyo Singgung Bahaya Proxy War dan Oligarki Kekuasaan!':

[Gambas:Video 20detik]