Polda Metro Jaya Bentuk Tim Buru Perampok Pegadaian
Jumat, 06 Jan 2006 15:22 WIB
Jakarta -
Perampokan Pegadaian Cabang Bidaracina di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur merupakan modus baru. Polisi pun membentuk tim guna memburu penggondol aset Rp 3 miliar tersebut."Sudah dibentuk tim yang menangani khusus di Pegadaian," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani usai salat Jumat di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (6/1/2006).Menurut Kapolda, perampokan Pegadaian berbeda dengan ciri perampokan sebelumnya. Modus lama biasanya bandit toko emas, bank atau orang yang membawa uang."Ada modus yang baru ke Pegadaian. Kalau dulu mereka pakai motor, menyalip korban, dan merampoknya, sekarang mereka sudah berani masuk ke tempat," papar Kapolda.Dikatakan Kapolda, pihaknya siap mengamankan kantor-kantor Pegadaian. "Kalau mereka minta pengamanan pasti kita berikan," ujarnya.Namun demikian, Kapolda belum melihat perampokan tersebut ditunggangi aksi terorisme. "Belum ada indikasi digunakan untuk aksi teroris," cetusnya.Sweeping SenjataMaraknya perampokan dengan bersenjata api, Polda Metro Jaya pun bakal mengintensifkan sweeping."Kita sudah membongkar penjualan senpi dan menutup izin senpi baru tetapi masih bisa masuk senjata api dari luar atau rakitan. Jadi antisipasi yang pertama bisa diambil adalah sweeping, dan harus diintensifkan," kata Kapolda.Selain itu, lanjut dia, polisi juga akan memfokuskan pada penggunaan CCTV."Karena dapat mengurangi perampokan. Kalau ada CCTV penjahat akan takut ketahuan," ujarnya.Pegadaian Bidaracina jadi korban perampokan bersenjata api pada 5 Januari pukul 12.30 WIB. Perampok diketahui berjumlah 4 orang. Semua emas yang disimpan di tempat penyimpanan diambil. Aset Pegadaian senilai Rp 3 miliar raib dibawa garong.
(aan/)










































