Genjot Pelancong, Depbudpar Anggarkan Dana Rp 100 Miliar
Jumat, 06 Jan 2006 14:21 WIB
Jakarta - Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan biaya yang dianggarkan oleh departemennya untuk kegiatan pariwisata termasuk promosi pada tahun 2006 sekitar Rp 100 miliar.Hal ini disampaikan oleh Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik usai rakor flu burung di Kantor Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (6/1/2006).Menurut Jero, penurunan jumlah wisatawan yang signifikan belum terlihat. Hal itu terlihat dari tingkat hunian hotel pada akhir 2005 yang cukup memuaskan di beberapa daerah antara lain Lombok, Yogyakarta, dan Manado. Meski demikian Jero Watjik mengakui bahwa tingkat hunian hotel di Bali pada akhir tahun ada penurunan, di mana hunian hotel yang terisi hanya 60-70 persen."Di Bali pada akhir tahun tingkat hunian hotel sekitar 100 persen. Tapi data terakhir yang saya dapat, di akhir tahun yang terisi hanya 60-70 persen," ujarnya. Menurut dia, hal itu disebabkan masih adanya faktor ketakutan dari para wisatwan akibat peristiwa bom Bali kedua. Namun efek positifnya arus wisatawan kini lebih menyebar ke daerah lain tidak terfokus di Bali saja."Tingkat hunian hotel yang bagus di Lombok pada akhir tahun tidak pernah terjadi sebelumnya. Itu mengindikasikan bahwa penyebaran wisatawan sekarang labih baik dari sebelumnya," ujarnya.Wisatawan domestik semestinya juga perlu mendukung pemulihan pariwisata agar bisa seperti dahulu. "Dengan demikian kita berharap jumlah wisatawan manca negara juga bisa lebih besar atau lebih banyak di tahun-tahun mendatang," terangnya.
(san/)











































