Tahun Baru Islam 1442 H, MUI Ingatkan Tetap Ikuti Protokol Cegah COVID-19

Rosmha Widiyani - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 13:36 WIB
Suasana perayaan Idul Fitri di sejumlah negara di tengah COVID-19.
Foto: (Pool)/Tahun Baru Islam 1442 H, MUI Ingatkan Tetap Ikuti Protokol Cegah COVID-19
Jakarta -

Tahun Baru Islam 1442 H biasanya dirayakan umat muslim dengan sejumlah aktivitas yang dilakukan bersama-sama. Misal pawai obor atau perayaan lain yang melibatkan banyak orang.

Terkait kebiasaan ini, Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengingatkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Protokol bertujuan mencegah COVID-19 terus meningkat.

"Kalau akan dilakukan jangan sampai protokol medis dilanggar. MUI menghimbau umat dan anggota masyarakat agar dalam menyambut tahun baru ini tetap memperhatikan protokol medis yang ada," kata Anwar yang kerap disapa Buya dalam pesan yang diterima detikcom, Rabu (19/8/2020).

Buya menjelaskan, saat ini masyarakat memang sudah bisa kembali hidup dan beraktivitas dengan normal. Padahal ancaman virus corona masih ada di lingkungan dibuktikan dengan kasus COVID-19 yang masih terus ada.

Karena itu Buya mengingatkan agar sering cuci tangan, memakai masker plus face shield jika memungkinkan, dan jaga jarak. Tahun Baru Islam 1442 H tak menjadi pengecualian untuk tetap menerapkan protokol pencegahan.

"Menghormati ketentuan kesehatan yang ada adalah hal terbaik yang bisa dilakukan sekarang untuk diri sendiri dan orang lain," ujar Buya.

Dalam pesan pendeknya, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengajak semua masyarakat Indonesia menjadikan Tahun Baru Islam 1442 H sebagai eranya solidaritas dan kepedulian sosial. MUI menghimbau para dermawan dan pengusaha menggalang kesetiakawanan.

"Penggalangan kesetiakawanan sosial dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat yang menjadi korban dan yang terdampak pandemi virus Corona, agar masyarakat bisa selamat dan bangkit kembali ekonominya," tulis Zainut.

Kepada umat Islam, MUI mengingatkan untuk selalu menerapkan sikap toleransi, moderat, seimbang, dan bersikap adil dalam menjalankan ajaran agama. Sikap tersebut membantu muslim tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit demi mewujudkan persaudaraan dan persatuan umat Islam.

(row/erd)