Kans Hidup Hanya 50 %, Anak Dibakar Ibu Di-Back Up Obat
Jumat, 06 Jan 2006 13:22 WIB
Jakarta - Indah Rosita (3) dan Lintang Syaputra (11 bulan) hanya bisa menggerak-gerakkan matanya. Tubuh kedua anak yang dibakar oleh ibunya sendiri itu masih penuh perban. Yang menyedihkan, peluang hidup mereka hanya 50 persen.Spesialis bedah plastik konsuler RSCM Dr Yefta Munadjat yang menangani dua bocah bernasib tragis itu menyatakan, kedua kakak beradik itu masih harus melalui fase kritis 30 hari."Sampai saat ini masih status quo. Masih belum stabil. Saya belum berani mengatakan kondisinya membaik. Kans hidupnya juga masih fifty-fifty. Tapi kita akan berupaya semaksimal mungkin," kata Yefta.Hal itu disampaikan Yefta Munadjat saat menerima kunjungan Ketua Umum Komnas Anak Seto Mulyadi di Ruang Unit Pelayanan Khusus Luka Bakar RSCM, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (6/1/2006).Indah dan Lintang telah 6 hari menjalani perawatan di RSCM. Kedua bocah itu dibakar ibunya, Yeni, 1 Januari lalu. Yeni membakar kedua anaknya itu karena depresi berat akibat kemiskinan yang menimpanya. Sebelumnya, pelaku pembakaran diduga sang ayah, Syaiful. Namun setelah pemeriksaan polisi, Yeni mengaku dialah pelaku pembakaran itu. Menurut Yefta, beberapa fungsi organ tubuh Indah dan Lintang mulai menunjukkan gangguan. Tapi untunglah sampai saat ini, kesehatan keduanya masih bisa dikendalikan dengan bantuan obat-obatan dan cairan.Saat masuk RSCM, luka bakar di tubuh Indah mencapai 43 persen. Namun akibat gangguan sirkulasi sistemik, terjadi perluasan luka hingga menjadi 48-50 persen. Sedangkan kedalaman luka dari dua dangkal menjadi dua dalam. "Itu memang tak bisa dihindarkan," kata Yefta.Sedangkan untuk Lintang, awalnya mengalami luka 6 persen, tapi sampai hari ini mencapai 8-10 persen. Untuk diketahui, luka bakar pada anak baru masuk level luka bakar kritis jika lebih dari 10 persen.
(iy/)











































