Korban Bom Palu
Kaki Richie Akhirnya Diamputasi
Jumat, 06 Jan 2006 13:06 WIB
Makassar - Richie Saputra (13), salah seorang korban bom Palu yang kini dirawat di Makassar, akhirnya harus pasrah kehilangan kaki kirinya. Remuk serius pada tulang dan otot kakinya membuat tim dokter yang menanganinya mau tak mau harus mengamputasi kaki remaja yang masih duduk di bangku SMP ini. "Tulangnya sudah hancur. Ototnya juga. Yang tersisa tingga sarafnya. Itu pun hanya satu. Jadi mau tak mau harus diamputasi," tutur dr Henry Yurianto, ketua tim operasi yang ditemui wartawan sebelum melakukan operasi. Operasi ini digelar Jum'at (6/1/2006) pagi di RS Wahidin Sudirohusodo, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar. Richie dimasukkan di dalam kamar operasi sekitar pukul 09.00 Wita. Tim operasi selesai 'mengeksekusi' kaki anak yang gemar bermain bola ini sekitar pukul 10.00 Wita. Operasi pemotongan kaki Richie ditangani oleh 7 dokter spesialis bedah tulang dan sendi, 3 orang dari anestesi, dan 5 orang dari paramedis. Richie dirujuk dari rumah sakit Palu ke Makassar pada hari Minggu lalu (1/1/2006). Selain pada kakinya, Richie juga mengalami luka pada kaki kanan dan tangannya. Selain Richie, juga dirawat ibunya yang juga menjadi korban bom Palu, Ho Ben Swang. Ibu dan anak ini terkena bom ketika beberbelanja daging untuk persiapan tahun baru di Pasar Daging, Kawasan Maesa, Palu.
(nrl/)











































