Round-Up

Deklarasi Koalisi Penyelamat Dianggap Kurang Cermat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 08:17 WIB
Sejumlah tokoh nasional deklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Lapangan Tugu Proklamasi. Din Syamsuddin-Gatot Nurmantyo hadir di acara itu.
Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, pada 18 Agustus 2020. (Ari Saputra/detikcom)

Ace menilai deklarasi yang dilaksanakan tanpa mengindahkan protokol kesehatan adalah hal memalukan. Pasalnya, lanjut Ace, masyarakat sendiri berupaya menahan diri untuk tidak merayakan HUT RI ke-75 dengan kemeriahan seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Malu kepada rakyat. Rakyat saja saat ini yang biasanya merayakan kemeriahan HUT Kemerdekaan RI dengan berkumpul dan mengadakan berbagai kegiatan, mereka menahan diri untuk tidak menggelarnya karena mereka sangat menyadari bahwa saat ini dihindari untuk mengadakan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan yang berakibat pada penularan COVID-19," ungkap Ace.

Ace setuju bila hak berkumpul dan menyuarakan pendapat dijamin di negara demokrasi. Kendati demikian, Ace berharap inisiator acara memahami kondisi Tanah Air yang masih dalam masa pandemi Corona.

"Sebagai sebuah gerakan penyelamatan, pertanyaannya, apanya yang perlu diselamatkan? Sejauh ini, pemerintahan Jokowi ini merupakan produk dari mekanisme demokrasi yang telah sejalan dengan konstitusi kita dan hasil dari pemerintahan rakyat Indonesia," pungkas Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.

Sejumlah tokoh nasional deklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Lapangan Tugu Proklamasi. Din Syamsuddin-Gatot Nurmantyo hadir di acara itu.Sejumlah tokoh nasional deklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Lapangan Tugu Proklamasi. Din Syamsuddin-Gatot Nurmantyo hadir di acara itu. (Ari Saputra/detikcom)

(aud/lir)