Kisah Tragis Ny Abu Thalib Nyaris Tertimbun Longsoran Tanah
Jumat, 06 Jan 2006 11:33 WIB
Banjarnegara -
Suasana duka menyelimuti warga Desa Gunungraja, Sijeruk, Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa tengah. Satu per satu warga desa yang menjadi korban tanah lonsgor ditemukan tim SAR. Mereka yang selamat dari musibah tak kuasa menahan isak tangis saat sanak keluarganya ditemukan sudah tak bernyawa lagi.Mereka yang selamat dari musibah ini menyimpan pengalaman yang tak terlupakan. Seperti dituturkan Ny Abu Thalib (43), warga Dusun Gunungraja. Ia nyaris terkubur hidup-hidup karena longsoran tanah menghantam rumahnya. Namun, janda berputra dua ini selamat dari musibah mengerikan yang merenggut nyawa 9 orang keluarganya.Saat bencana terjadi, Ny Abu Thalib mengaku baru saja usai melaksanaka salat subuh di Masjid Gunungraja. "Sewaktu saya pulang, di masjid masih ada sekitar 30 orang yang tinggal di sana. Terdiri 4 shaf (baris), dua shaf putra dan dua shaf putri," tutur Ny Abu Thalib saat ditemui detikcom di tempat pengungsian di Sijeruk, Banjarmangu, Banjarnegara, Jumat (6/1/2006).Setelah itu dia pulang untuk memasak air. Ketika sedang menyalakan kompor di dapur, dia mendengar beberapa kali suara gemuruh dari lereng pegunungan. Gemurahan itu disusul jeritan dan teriakan takbir yang ada di jalan dusun dan di depan masjid.Rumah yang ditinggali Ny Abu Thalib kemudian mulai bergoyang. Masih di dapur, salah satu tetangganya berteriak-teriak dari luar. Ny Abu Thalib ikut lari ke luar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Sampai di luar rumah, ia langsung dihantam tanah yang mulai menggerojok. Dia akhirnya terjatuh sambil terus berteriak Allahu Akbar dan astaghfirullah.Saat itu, di samping kanannya terlihat tangan yang menggapai-gapai minta tolong karena terendam tanah. Namun ia tidak bisa menjangkaunya. "Saya tidak tahu itu siapa, yang jelas perempuan karena dia pakai mukena," kata Ny Abu Thalib tak bisa menepis trauma itu.Dia ingin menolong orang yang berada di sebelahnya itu. Namun orang itu keburu terbenam sepinggang. Di saat kritis, tanah itu berhenti bergerak karena menghantam lereng gunung. Longsoran tanah lainnya tetap bergerak, tetapi mengarah ke jalan-jalan desa. Di tempat Ny Abu Thalib terdampar, longsoran tanah berhenti saat mencapai separo badannya. Tanah kemudian tak bergerak lagi, sehingga dia bisa keluar dari kubangan tanah. Setelah itu, dia ditolong tetangganya.Ny Abu Thalib kehilangan 9 kerabat dalam peristiwa ini. Ayah, ibu, adik-adik dan kerabatnya yang lain. "Anak saya selamat karena lari duluan. Saya sempat tertimpa genting rumah yang sudah miring diterjang tanah longsor," katanya menewarang sedih.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































