Kata Pemerintah Soal Rencana Pemda Bali Buka Wisata untuk Turis Asing

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 17:14 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito
Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Denpasar -

Pemerintah pusat merespons rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang hendak membuka pariwisata untuk wisatawan asing pada 11 September mendatang. Pemerintah minta Pemda Bali harus memperhatikan fasilitas kesehatan hingga penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Pertama harus melakukan pra kondisi, pastikan situasi yang ada di sana baik fasilitas kesehatan kemampuan testing, fasilitas wisata itu sendiri sudah bisa menerapkan protokol kesehatan ketat begitu juga dengan transportasinya baik darat, udara, laut, dan membukanya kalau dikatakan 11 September pastikan timingnya tepat," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam siaran langsung di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/8/2020).

Wiku meminta pengelolah usaha transportasi hingga perhotelan juga mempersiapkan protokol kesehatan. Wiku mengingatkan pentingnya adanya simulasi sebelum betul-betul pariwisata di Bali dibuka untuk wisatawan asing.

"Sudah dilakukan simulasi, sehingga timingnya tepat. Kemudian prioritas, silahkan dinilai pririotas setiap daerah yang ada di Bali, bisa saja tidak seluruh Bali dibuka tapi bertahap dari satu daerah ke daerah yang lain, dan kalau dilakukan dengan baik dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat, serta dilakukan monitoring evaluasi, tentunya pembukaan wisata ini bisa dilakukan bertahap dan bertanggungjawab," lanjutnya.

Diketahui, Pemprov Bali berencana membuka pariwisata untuk asing pada 11 September mendatang. Hal tersebut guna menggerakan roda ekonomi dan pariwisata Bali. Pemprov Bali sebelumnya sudah membuka pariwisata untuk wisatawan domestik pada 30 Juli 2020.

"Selain protokol kesehatan, untuk karyawan hotel misalnya kita laksanakan tes COVID secara berkala. Mudah-mudahan tidak ada halangan sehingga 11 September pintu wisman ke wisata Bali bisa dibuka, selain tentu saja menunggu regulasi pemerintah pusat dan negara lain untuk pembukaan penerbangan," ujar Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

(isa/dhn)