Gatot Nurmantyo Ungkit Pidatonya di 2017 soal Senjata Biologis

Luqman Nurhadi A - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 15:24 WIB
Sejumlah tokoh nasional deklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Lapangan Tugu Proklamasi. Din Syamsuddin-Gatot Nurmantyo hadir di acara itu.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo di deklarasi KAMI. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo merupakan salah seorang tokoh yang berpidato dalam acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Dalam sambutannya, Gatot mengaku pernah menyampaikan peringatan terkait adanya senjata biologis yang ingin diciptakan untuk melumpuhkan negara-negara.

"Tiga tahun lalu, 26 Oktober 2017, sesaat setelah pembukaan kongres internasional, The Table Top Exercise untuk Global Health Security. Saat itu saya menyampaikan, kita patut mewaspadai adanya ancaman senjata biologis massal yang diciptakan untuk melumpuhkan negara lain, dan berpotensi menciptakan epidemik," kata Gatot dalam sambutannya di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020).

Gatot menegaskan pernyataannya 3 tahun lalu itu tidak sepenuhnya tepat. Namun, dia mengingatkan, pandemi virus Corona (COVID-19) yang saat ini sedang melanda Indonesia tak mudah diatasi.

"Hari-hari ini kita semua sedang berjuang mengatasi epidemi COVID-19. Saya tidak mengatakan bahwa pernyataan saya 3 tahun yang lalu itu sepenuhnya tepat adanya. Sekali lagi, kita sedang menghadapi pandemi dan tidak mudah ditaklukkan," tutur Gatot.

Lulusan Akademi Militer 1982 itu menekankan pandemi Corona semakin sulit ditangani jika semua pihak tidak menganggapnya sebagai ancaman yang kuat. Terlebih, sebut Gatot, pandemi Corona akan sulit diberantas jika penanganannya tidak fokus.

"Apalagi, jika respons terhadap ancaman ini dipenuhi dengan sikap menggampangkan, dan bahkan lebih berfokus pada kepentingan lain yang mestinya bisa lebih dulu dikesampingkan," sebut dia.

Gatot sendiri merupakan salah seorang inisiator KAMI. Dia menyatakan siap bertanggung jawab.

"Sebagai inisiator, prof ..., Saudara Rochmat Wahab, doktor Bachtiar Chamsyah, doktor MS Kaban dan lain-lainnya. Saya tekankan di sini sejak pembukaan dalam acara ini sampai penutupan nanti, apabila ada hal yang berkaitan berdasarkan hukum, maka, keseluruhannya yang bertanggung jawab adalah saya pribadi, Gatot Nurmantyo," terang Gatot.

Sebelumnya, di awal sambutannya dalam acara deklarasi KAMI, Gatot Nurmantyo berbicara mengenai proxy war. Dia mengatakan proxy war akan semakin mengancam Indonesia seiring dengan berkembangnya oligarki kekuasaan.

"Salah satu bahaya dari proxy war yang saya katakan diperburuk dengan tumbuh-kembangnya oligarki kekuasaan di negeri, kekuasaan dimainkan, dikelola oleh kelompok orang dan tidak beruntung lagi. Mereka melakukan dengan topeng konstitusi. Apakah benar ini terjadi pada negeri kita? Biar rakyat yang menjawab," kata Gatot.

(zak/fjp)