KAMI Bentukan Din Syamsuddin dkk Jawab Anggapan 'Barisan Para Mantan'

Luqman Nurhadi A - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 14:10 WIB
Deklarasi Koalisi Aksi Meyelamatkan Indonesia (KAMI), di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, Selasa (18/8/2020).
Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). (Luqman/detikcom)
Jakarta -

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menepis anggapan yang menyebut mereka sebagai barisan para mantan pejabat yang sakit hati karena dipecat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Ketua Komite KAMI Ahmad Yani, organisasi tempatnya bernaung justru beranggotakan anggota DPD aktif, dosen, bahkan guru besar.

Lini masa media sosial memang diramaikan anggapan yang menyebut KAMI merupakan barisan sakit hati para mantan pejabat. Sebab, dalam banner-banner yang beredar di Twitter, ada sejumlah mantan pejabat era Jokowi yang disebut sebagai deklarator KAMI, di antaranya mantan Komisaris PT Pelindo I Refly Harun, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, eks Menko Polhukam Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan eks stafsus Menteri ESDM Said Didu.

"Salah, nggak ada (barisan mantan). (Yang) ada anggota DPD, beberapa anggota DPD yang masih aktif, ada masih dosen-dosen yang masih aktif, guru besar-guru besar yang masih aktif, pengusaha," kata Ahmad Yani usai deklarasi KAMI, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Namun, Ahmad Yani tak menampik jika dikatakan ada mantan pejabat era pemerintahan Jokowi yang menjadi anggota KAMI. Dia menyebut para mantan pejabat itu sebagai 'buzzer'.

"Tapi memang ada aktivitas, memang ada sebagian juga para purnawirawan dan mantan-mantan pejabat. (Purnawirawan dan mantan pejabat) itu sedikit sekali dari jumlahnya. Itu bagian dari yang namanya buzzer," jelas Ahmad Yani.

Mantan politikus PPP itu menegaskan para mantan pejabat era pemerintah Jokowi yang jadi anggota KAMI itu memang sakit hati. Tapi, sebut dia, bukan sakit hati karena dipecat Jokowi.

"Bagian dari buzzer ini dianggap kelompok barisan sakit hati, kelompok yang ingin kudeta, kelompok yang sakit jiwa dan lain sebagian. Kami betul sakit hati. Sakit hati kami bagaimana rakyat yang tidak diurus sebagaimana mestinya. Kami sakit hati bagaimana rakyat tidak dapat bekerja, tetapi tenaga kerja asing masuk di Indonesia begitu mudah," papar Ahmad Yani.

Acara deklarasi KAMI sendiri digelar siang tadi di Tugu Proklamasi. Sejumlah tokoh yang hadir dalam acara deklarasi tersebut adalah Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Refly Harun, Titiek Soeharto, MS Kaban, Said Didu, Rocky Gerung, dan Ichsanuddin Noorsy.

Dalam acara deklarasi itu, KAMI menuntut sejumlah hal. Salah satunya, KAMI menuntut pemerintah serius menanggulangi pandemi virus Corona (COVID-19).

"Menuntut pemerintah agar bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi COVID-19 untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dengan tidak membiarkan rakyat menyelamatkan diri sendiri, sehingga menimbulkan banyak korban dengan mengalokasikan anggaran yang memadai, termasuk untuk membantu langsung rakyat miskin yang terdampak secara ekonomi," begitu tuntutan KAMI butir ketiga.

Simak video 'Gatot Nurmantyo hingga Rocky Gerung Hadir di Deklarasi KAMI':

[Gambas:Video 20detik]



(zak/fjp)