Laporan Semester I 2020 KPK: 160 Penyidikan, 38 Tersangka Ditahan

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 14:08 WIB
Nawawi Pomolango
Nawawi Pomolango (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

KPK merilis capaian kinerja penindakan selama semester I tahun 2020. Selama semester I 2020, KPK telah melakukan total ada 160 perkara yang berstatus penyidikan dan 38 tersangka ditahan KPK.

"Total pada semester 1 KPK melakukan 78 kegiatan penyelidikan, 43 penyidikan perkara baru, dan 117 perkara dari sebelum tahun 2020 sehingga total ada 160 penyidikan dilakukan pada semester ini," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual di YouTube KPK RI, Selasa (18/8/2020).

Ia mengungkapkan pada semester I KPK telah menetapkan 53 tersangka dari 43 penyidikan perkara baru. Sementara itu sebanyak 38 tersangka di antaranya telah dilakukan penahanan dari penyidikan perkara baru.

Selain itu, KPK juga telah melakukan penggeledahan sebanyak 25 kali dan penyitaan sebanyak 201 kali. Demikian juga pemeriksaan terhadap 3.512 saksi dalam rangka melengkapi berkas perkara di tingkat penyidikan.

Di tingkat penuntutan, KPK saat ini menangani total 99 perkara, 60 di antaranya merupakan perkara sebelum tahun 2020. Selain itu, KPK juga telah melakukan eksekusi terhadap 69 putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Pada semester ini KPK juga telah menyetorkan ke kas negara dalam bentuk PNBP dari penanganan perkara yang merupakan bagian dari pemulihan aset (asset recovery) senilai Rp100 miliar, terdiri dari uang denda, uang pengganti, barang rampasan dan hibah (penetapan status penggunaan barang rampasan). Terkait hibah pemanfaatan barang rampasan (PSP), KPK telah menyerahkan aset berupa dua bidang tanah di Jakarta dan Madiun senilai Rp36,9 milar untuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan terkait 38 tersangka yang ditahan itu merupakan perkara baru. Sementara total tersangka yang ditahan pada 2020 menurut Firli sebanyak 64 orang.

"Kenapa kok yang ditahan hanya 38 roang, sementara yang ditahan untuk 2020 jumlah semuanya sudah 64. Kami sampaikan bahwa, yang tadi disampaikan Pak Nawawi itu adalah khusus perkara baru, yang surat perintah penyidikannya diterbitkan tahun 2020, dengan 53 tsk dari 43 perkara yg diterbitkan surat penyidikannya tahun 2020. Tapi kalau total orang tersangka yang sudah ditahan, semuanya 64. Jadi itu karena ada 33 tersangka yang status tersangkanya sudah ditetapkan sebelum tahun 2020, tapi kita eksekusi di tahun 2020, supaya tidak ada kenapa terjadi perbedaan angka," ujar Firli.

Lebih lanjut, ia menuturkan KPK menutup peluang terjadinya korupsi dengan cara mendorong dilakukannya perbaikan sistem dan penyampaian rekomendasi perbaikan sistem. Firli berharap jika sistem tata kelola pemerintah dapat diperbaiki maka pelaku korupsi dapat ditindak tegas.

"Kita berharap, dengan sistem kita perbaiki, para pelaku korupsi kita tindak tegas, masyarakat penyelenggara negara para politisi kita berikan ruang untuk mendapatkan pendidikan budaya antirkorupsi, kita bangun integritas, maka korupsi betul-betul bisa kita berantas dan tidak ada lagi di NKRI," ujarnya.

Simak video 'Pesan Ketua KPK di HUT RI ke-75: Ayo Tidak Korupsi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2