Sharon Koma Tapi Stabil
Jumat, 06 Jan 2006 07:25 WIB
Jakarta - Kondisi Perdana Menteri Israel Ariel Sharon seperti melayang-layang antara hidup dan mati. Setelah dioperasi selama tujuh jam untuk menghentikan pendarahan otaknya, dokter memberikan obat penenang dalam dosis yang cukup besar.Dokter menyatakan mereka akan mencoba mempertahankan pria berusia 77 tahun itu dalam kondisi induced coma selama 72 jam.Directur Rumah Sakit Hadassah di Yerusalem, Shlomo Mor-Yosef seperti ditulis BBC, Jumat (6/1/2006) mengatakan Sharon berada dalam kondisi kritis tapi stabil.Sharon diberikan obat penenang untuk mengurangi tekanan pada otaknya dan menurunkan tekanan darah. Ini perlu supaya otaknya bisa pulih setelah mengalami stroke Rabu lalu.Mor-Yosef menolak untuk memberikan prognosis mengenai apa efek yang bisa ditimbulkan dalam jangka waktu panjang akibat stroke itu. Dia menambahkan sulit untuk mengetahui kemampuan motorik maupun kognitif sistem syaraf Sharon mengingat Sharon masih koma. Namun bola mata Sharon bereaksi terhadap cahaya sebagaimana seharusnya.Sharon dilarikan ke Rumah Sakit Hadassah di Yerusalem pada Rabu (4/1/2006) tengah malam waktu setempat setelah merasakan sakit di dadanya. Pria berusia 77 tahun itu segera dibawa ke ruang operasi. Ini terjadi kurang dari tiga pekan setelah Sharon mengalami serangan stroke ringan pada 18 Desember lalu.
(ddn/)











































