Iwan Kusmana Korban Ar-Rayahin, ke RS Pake Sepeda Motor
Jumat, 06 Jan 2006 00:12 WIB
Makkah - Sekitar pukul 13.30 Waktu Arab Saudi (WAS), Hotel Ar-Rayahin tiba-tiba roboh. Banyak jamaah haji yang tertimpa reruntuhan dan puing beton. Hingga saat ini, ada satu korban luka dari jamaah haji Indonesia, Iwan Kusmana Kosasih. Begitu kakinya terkena reruntuhan puing gedung, Iwan saat memberhentikan sepeda motor dan langsung menuju RS. "Kejadiannya begitu cepat. Tiba-tiba bangunan itu roboh begitu saya. Setelah teman saya bilang lari, saya langsung lari. Tapi, kaki saya masih terkena puing bangunan," kata Iwan yang pergelangan kakinya terbalut perban warna cokelat itu saat ditemui di Ruang Triase II, Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah, Kamis (5/1/2006). Seperti dilaporkan reporter detikcom Arifin Asydhad dari Makkah, Iwan merupakan jamaah haji Indonesia nonkloter dari rombongan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi, India. Dia berangkat haji bersama 7 staf KBRI New Delhi. Iwan yang sehari-hari menjadi bendahara di KBRI ini tiba di Makkah tiga hari lalu. Saat itu, Iwan sedang berjalan di Jl. Sif Amir bersama kawannya, Hamzah. "Setelah salat dhuhur di Masjidil Haram, teman saya meminta ditemani ingin membeli arloji," kata Iwan yang mengenakan baju koko dan celana panjang cokelat. Di sepanjang Jl. Sif Amir, memang banyak terdapat pertokoan, termasuk pertokoan arloji. Kebetulan, Iwan dan Hamzah berjalan di sebelah kiri, di seberang hotel Ar-Rayahin. "Tapi, saat saya berada di depan Hotel Sheraton, bangunan di seberang saya tiba-tiba roboh," kata dia. Iwan dan Hamzah pun lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Tapi, reruntuhan gedung itu begitu cepat jatuh. Braak!! kaki kanan Iwan masih tersandung batu yang menggelinding. "Setelah itu lokasi langsung ditutupi oleh debu. Tidak kelihatan apa-apa," ungkap dia. Iwan pun terpisah dengan Hamzah. Begitu mata Iwan melihat di depan dirinya ada sepeda motor yang dikendarai orang Arab, dia pun meminta pengendara itu mengantarnya ke RS. "Take me to the Hospital," kata Iwan kepada orang Arab itu. Lantas, dengan kakinya yang berdarah, Iwan pun naik sepeda motor itu ke RS Syisyah. Begitu tiba di RS, Iwan langsung ditangani tim dokter. "Setelah dirontgen, ada keretakan di kaki saya," kata dia.Setelah dirawat di RS Syisyah, sekitar pukul 17.30 WAS, Iwan dipindahkan ke BPHI Makkah. Lukanya tidak terlalu parah. "Alhamdulillah, hanya kaki saja yangluka," ungkap dia. Sementara Hamzah, teman Iwan, bisa selamat dari reruntuhan hotel itu. Saat itu, Hamzah diselamatkan oleh petugas haji Indonesia. Dan saat ini, Hamzah sudah beristirahat di pemondokannya di kawasan Aziziyah, Makkah. Iwan juga menjelaskan, saat musibah datang, jalan Sif Amir dipenuhi banyak jamaah haji. Tidak ada mobil yang melewati jalan itu, karena ditutup untuk kendaraan. Jadi, jalan saat itu khusus dipakai jamaah haji yang berjalan kaki. "Saya lihat banyak orang, terutama dari Turki dan Afrika yang terluka terkena reruntuhangedung," kata dia. Saat itu, di lantai 1 hotel Ar-Rayahin juga sedang banyak jamaah yang berbelanja, termasuk sejumlah jamaah asal Indonesia. "Tapi, saya tidak tahu nasib mereka," jelas dia.
(ddn/)











































