Balai POM Sumut Siapkan Stiker Bebas Formalin
Kamis, 05 Jan 2006 23:06 WIB
Medan - Untuk menghilangkan kecemasan warga, Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM)Sumatera Utara (Sumut) akan menyiapkan stiker bebas formalin atas jenis makanan yang terbukti tidak menggunakan kedua bahan pengawet berbahaya itu. Dengan demikian masyarakat dapat lebih tenang dalam menghadapi isu formalin yang mencuat belakangan ini. Menurut Jamidin Manurung, Kepala Seksi Sertifikasi dan Informasi PelayananKonsumen Balai POM Sumut, pelaksanaan pemasangan stiker itu akan dilakukan mulai bulan depan.Untuk menghindari ekses negatif atas penemuan ini bagi industri kecil yang tidak menggunakan formalin, Balai POM Sumut telah menyiapkan stiker bebas formalin dan boraks. "Pemberlakuannya diharapkan bisa berlangsung mulai bulan depan. Kita sudahmenjalin kerjasama dengan beberapa pihak," kata Jamidin Manurung, kepada wartawan di kantornya di Jalan Pancing Medan, Kamis (5/12/2005).Rencana pemasangan stiker itu merupakan tindak lanjut dari operasi yangdilaksanakan Balai POM Sumut beberapa hari ini di pasar-pasar tradisional diMedan. Dalam operasi itu ditemukan sejumlah bahan makanan mengandung formalinserta boraks. Dari 29 sampel mie basah yang diperiksa, 14 di antaranya postif menggunakanformalin, sementara empat sampel mengandung boraks. Boraks merupakan antiseptik bahan kosmetik, industri kaca, dan pengawet kayu. Seperti halnya formalin, boraks dimaksudkan untuk bahan pengawet, pengembang dan pengenyal makanan, umumnya pada bakso, kerupuk dan mie.Hal itu terlihat dari hasil uji laboratorium yang memperlihatkan perubahan warna mie sample dari kuning menjadi ungu, pertanda mengandung bahan pengamet formalin. Sedangkan yang bebas formalin berwarna putih bening. Sementara dari 14 sampel bakso yang diperiksa, empat di antaranya mengandungboraks. Sedangkan dari 10 sampel ikan asin yang diperiksa, satu di antaranyaterbukti menggunakan formalin.Selain melakukan pemeriksaan atas kandungan formalin dan boraks, Balai POM Sumut juga memeriksa kandungan formalin pada ikan basah dan kandungan pewarna berbahaya dalam makanan seperti kerupuk, kue bolu dan saos.
(ddn/)











































