Round-Up

Rasa Tak Berdosa 3 Tersangka di Tangerang Usai Tembaki Warga

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 16 Agu 2020 07:39 WIB
Pelaku penembakan di Tangerang saat menjawab pertanyaan wartawan di Mapolres Tangerang Selatan, Jl Promoter, Jumat (14/8/2020).
Pelaku penembakan di wilayah Tangerang Raya. (Ari Saputra/detikcom)
Tangerang Selatan -

Masyarakat diprediksi akan geram mendengar kesaksian para pelaku penembakan di tujuh TKP wilayah Tangerang Raya. Pasalnya, mereka merasa tidak berdosa usai menembaki warga menggunakan airsoft gun.

Salah seorang pelaku penambakan berinisial EV mengungkapkan perasaannya usai menembak pemotor yang menurutnya ugal-ugalan dan tidak tertib berlalu lintas. EV merasa biasa saja.

"Biasa saja," ujar pelaku EV dalam wawancara eksklusif dengan detikcom di Polres Tangerang Selatan, Jl Promoter, Tangerang Selatan, Jumat (14/8/2020).

Terungkap, Ada TKP 'Baru' di Kasus 7 Penembakan di TangerangRekonstruksi kasus penembakan di Tangerang. (Mei Amelia/detikcom)

Pelaku EV melakukan penembakan itu dengan dua saudara sepupunya yang merupakan kembaran, CLA (19) dan CHA (19). Mereka melakukan aksi penembakan dari dalam mobil.

Aksi mereka ini dilakukan setiap Sabtu malam atau Minggu dini hari selama kurun Juni-Juli 2020. Mereka berkeliling mencari sasaran para pengendara motor yang menurutnya ugal-ugalan.

"(Menembak) sambil jalan mobil. (Cara membidik sasaran) ya, seperti nembak biasa saja," ucap EV.

Dalam aksinya, mereka mengikuti pemotor yang menurutnya ugal-ugalan. CLA dan CHA bertugas menunjuk target, sedangkan EV, sebagai eksekutor penembakan, duduk di jok belakang.

Setelah melakukan penembakan, mereka langsung melarikan diri. Mereka sendiri tidak pernah tahu aksi penembakan itu ternyata menimbulkan korban luka.

"(Jarak tembak) 15 sampai 20 meteranlah," ujar EV.

Para pelaku mengaku pernah punya pengalaman buruk dengan pemotor. EV mengaku pernah dipepet oleh pemotor di jalan.

"Punya pengalaman sendiri pemotor ugal-ugalan. Karena dari kita pernah punya masalah dulu, seperti mobil dipepet," katanya.

Begitu pula CLA, yang mengaku punya pengalaman buruk dengan pemotor. Dia mengaku pernah ditabrak pemotor hingga terjatuh.

"Pernah ditabrak, diserempet juga," sebut CLA.

Tonton video 'Pelaku Penembakan di Tangerang Disebut Alami Kekerasan Sejak Kecil':

[Gambas:Video 20detik]