Fadli Zon: Pidato Jokowi Kurang Realistis!

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 20:32 WIB
Elite Gerindra Fadli Zon seusai menerima bintang tanda jasa dari Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi dan Fadli Zon (Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Bagaimana caranya melompat dari angka minus 5 persen ke angka positif 5 persen di tengah-tengah pandemi jika sebelum pandemi saja angka pertumbuhan kita hanya bisa mepet 5 persen? Rasanya tak perlu menjadi ekonom untuk menilai target itu sama sekali jauh dari realistis!" tegas Fadli.

Ungkapan Jokowi soal momen krisis pandemi virus Corona pun dinilai Fadli terlalu muluk. Bagi Fadli, ucapan Jokowi tak masuk akal dan tak bijaksana.

"Pernyataan Presiden bahwa kita harus menjadikan krisis ini sebagai momen untuk melakukan lompatan besar adalah ungkapan terlalu muluk. Optimisme penting, tapi realistis lebih penting lagi," ucap Fadli.

"Sesudah kehidupan ekonomi kita anjlok, sebagaimana perekonomian hampir seluruh negara di dunia saat ini, yang kita perlukan adalah pemulihan, alias kembali ke titik normal. Bicara mengenai lompatan pada saat kita sedang terpuruk, selain tak masuk akal, juga bukan ungkapan bijaksana," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR-DPR. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 356,5 triliun untuk kelanjutan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Anggaran tersebut diarahkan untuk penanganan kesehatan hingga insentif usaha.

"Seiring dengan pentingnya kelanjutan Pemulihan Ekonomi Nasional, pada RAPBN tahun 2021 dialokasikan anggaran sekitar Rp 356,5 triliun," kata Jokowi dalam pidato Nota Keuangan di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Halaman

(rfs/jbr)