Jika Impor Beras Skenario, DPR Ancam Potong Duit Bulog
Kamis, 05 Jan 2006 18:53 WIB
Jakarta -
Rencana pemerintah mengimpor beras terus mendapat tentangan. Anggota DPR dari FPDIP Hasto Kristiyanto menyayangkan sikap pemerintah yang tetap bersikukuh membuka impor beras, padahal saat ini petani sudah menjelang masa panen."Sekarang kan sudah menjelang panen, jadi seharusnya Bulog tidak ragu-ragu lagi melepas stok beras di gudang, sehingga pedagang pun akan berpikir dua kali untuk menimbun beras," ujar Hasto di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/1/2006).Menurutnya, Bulog seharusnya gencar melakukan operasi pasar, bukan beralasan sulitnya membeli beras dari petani. Jika alasan yang dilontarkan Bulog merupakan skenario untuk impor, dia dan beberapa anggota DPR lain akan mengusulkan agar Bulog tidak lagi memegang distribusi beras untuk rakyat miskin (raskin)."Kita akan galang kerjasama dengan pemda dalam distribusi raskin, jadi anggaran Bulog bisa kita potong," ancam pengusung hak angket terhadap impor beras ini.Selain itu, Hasto akan mengusulkan dilakukannya audit manajemen stok beras di Bulog. Hasto menuding, ada masalah intern di Bulog, karena ada rumor beras di gudang dipinjamkan ke pengusaha tertentu."Karena kan seharusnya Bulog tidak ragu melepas beras ke pasaran," tandasnya.
(fay/)










































