SBY Batal Datang, Pengungsi Banjir Jember Gigit Jari
Kamis, 05 Jan 2006 18:03 WIB
Jember - Para pengungsi korban banjir bandang di Kecamatan Soko Rambi, Jember, Jawa Timur harus gigit jari. Niat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengunjungi mereka gagal gara-gara hari yang sudah sore.Pertemuan itu dijadwalkan pukul 16.00 WIB di pendopo Kantor Kecamatan Soko Rambi. Sekitar 30 pengungsi pun kecewa berat karena mereka sudah menunggu SBY selama 2 jam dari pukul 14.00 WIB."Huu...huuu, batal-batal," seru warga yang kecewa saat Asisten I Pemkab Jember Abdus Salam mengumumkan berita tersebut.Para pengungsi langsung ngeloyor keluar meninggalkan pendopo untuk bergabung dengan pengungsi lainnya. Mereka tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.Salah satunya Siti Maimunah (39), warga Kecamatan Panti, Jember. Dia datang bersama anaknya. Dia merasa menyesal tidak dapat bertemu orang nomor satu di republik ini. Siti ingin menyampaikan sebuah pesan untuk SBY."Saya ingin tahu Presiden, ada yang ingin saya sampaikan ke Presiden. Rumah yang rusak itu segera diperbaiki dan dibangun lagi, kasihan warga," katanya kepada wartawan di pendopo sambil menggendong anak laki-lakinya yang masih balita. Dia mengaku sudah 3 jam menunggu sejak pukul 14.00 WIB.Meski gagal mengunjungi pengungsi di Soko Rambi, SBY tetap mengunjungi pengungsi di Kecamatan Rambi Puji. Di sana SBY bertemu dengan pengungsi dan Satkorlak untuk membicarakan masalah penanggulangan bencana.Rencananya setelah dari Kecamatan Rambi Puji SBY menuju Kecamatan Soko Rambi. Namun karena waktu yang sudah tidak memungkinkan, SBY pun batal mengunjungi Soko Rambi. Jumat besok rencananya SBY akan mengunjungi korban banjir bandang lainnya di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Jember. Di desa ini korban tewas sangat banyak.
(ddn/)











































