Sarat Makna, Ini Kata Waket MPR soal Pidato Jokowi di Sidang Tahunan

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 10:57 WIB
Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan
Foto: Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan. (Azizah-detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI. Pasalnya, meski dalam masa pandemi COVID-19, konvensi ketatanegaraan tersebut tetap digelar dengan model baru yang memperhatikan protokol kesehatan.

Syarief juga memandang Sidang Tahunan MPR RI ini penting digelar untuk memberikan kesempatan kepada Presiden RI selaku Kepala Negara dalam menyampaikan kinerja Tahunan Pemerintah dan lembaga-lembaga tinggi negara Indonesia.

"Lewat Sidang Tahunan ini, Indonesia sebagai negara demokrasi menunjukkan keterbukaan kinerja kepada rakyat sebagai salah satu asas yang mesti dijunjung tinggi," ungkap Syarief Hasan, dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2020).

Hal itu ia sampaikan selepas Sidang Tahunan di Ruang Paripurna I, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020) kemarin. Menurut Syarief, memang dalam kesempatan tersebut Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kerja bersama dalam mengatasi pandemi COVID-19 dan keluar dari krisis ekonomi yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi hingga minus 5,32%.

Syarief Hasan pun memandang pidato Presiden Jokowi sarat pesan. Ia mendorong agar kementerian dan instansi pemerintahan dapat membaca pesan Presiden Jokowi, seperti contoh pemerintah akan melakukan lompatan besar dalam menghadapi COVID-19 dan resesi ekonomi. Selama ini banyak pesan Presiden Jokowi yang tidak mampu dibaca dan diejewantahkan dengan baik oleh para menterinya.

Apalagi dalam beberapa kesempatan terakhir, Presiden Jokowi beberapa kali menegur menteri dan pejabat pemerintahan lainnya yang dianggap lamban dan kurang memiliki sense of crisis. Akibatnya, laju penyebaran COVID-19 belum mampu ditekan sementara itu ekonomi anjlok dan sudah masuk resesi.

"Menteri harus mengerti sebagai pembantu presiden dalam menjalankan roda pemerintahan. Pesan presiden untuk menjadikan krisis ini sebagai batu loncatan untuk maju harus dijalankan secara teknis oleh menteri. Jangan sampai menteri tidak memiliki sense of crisis seperti yang sering disampaikan oleh Presiden Jokowi," ungkap Syarief.

Dalam kesempatan tersebut, Syarief Hasan juga berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19.

"MPR RI telah berkomitmen melalui program MPR RI Peduli Lawan COVID-19 dan berbagai kajian ketatanegaraan untuk membantu pemerintah menanggulangi Pandemi COVID-19," sambungnya.

Syarief Hasan menegaskan bahwa MPR RI juga akan terus mengawal Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinnneka Tunggal Ika.

"MPR RI sebagai rumah kebangsaan akan terus menyosialisasikan 4 Pilar MPR RI. Kami akan menjaga Pancasila dari segala macam ideologi dan pemikiran-pemikiran yang berniat merongrong, mendistorsi, mengubah, dan mengancam Pancasila," pungkasnya.

(akn/ega)