Program Penanganan COVID-19 MPR Diapresiasi Presiden Jokowi

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 21:44 WIB
Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo mengapresiasi program 'MPR Peduli Melawan COVID-19' sebagai upaya mendukung penanganan krisis akibat pandemi COVID-19. Adapun program tersebut merupakan gerakan aktualisasi nilai-nilai Empat Pilar MPR dalam menyikapi berbagai kondisi masyarakat, bangsa, dan negara.

"Kita beruntung dan berterima kasih atas dukungan dan kerja cepat dari pimpinan dan anggota lembaga-lembaga negara yang melakukan langkah-langkah extraordinary dalam mendukung penanganan krisis," kata Jokowi, Jumat (14/8/2020).

Jokowi mengatakan langkah-langkah ekstra diperlukan untuk mendukung penanganan krisis dan membajak momentum krisis dalam menjalankan strategi-strategi besar bangsa.

"MPR dengan cepat membuat payung program baru 'MPR Peduli Melawan COVID-19', serta terus melakukan sosialisasi dan aktualisasi Pancasila serta pengkajian sistem ketatanegaraan dan konstitusi kita," imbuhnya.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan saat ini sebanyak 215 negara sedang menghadapi masa sulit akibat pandemi COVID-19. Berdasarkan catatan WHO, hingga 13 Agustus 2020, ada lebih dari 20 juta kasus COVID-19 di dunia dengan jumlah kematian sebanyak 737 ribu jiwa.

"Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, sedang mengalami kemunduran karena terpapar COVID-19. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih plus 2,9 persen, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32 persen," katanya.

Terkait hal ini, Jokowi mengatakan pemerintah bergerak cepat saat krisis kesehatan berdampak pada perekonomian. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah seperti pemberian bansos, subsidi dan diskon tarif listrik, BLT Desa, subsidi gaji, bantuan UMKM, serta bantuan bagi pekerja korban PHK. Selain itu, Pemerintah dengan cepat melakukan penyesuaian program kerja, relokasi anggaran, menerbitkan Perppu No. 1 Tahun 2020 yang telah menjadi UU No. 2 Tahun 2020.

"Masih banyak langkah-langkah besar yang harus kita lakukan. Target kita saat ini bukan hanya lepas dari pandemi, bukan hanya keluar dari krisis. Langkah kita adalah melakukan lompatan besar memanfaatkan momentum krisis yang saat ini sedang terjadi," katanya.

Jokowi juga mengajak para ulama dan pemuka agama serta tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.

"Kemunduran banyak negara besar menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan. Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar," tandasnya.

Menurutnya, tujuan besar tersebut hanya bisa dicapai melalui kerjasama seluruh komponen bangsa dengan gotong royong, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan tujuan yang mulia.

"Krisis memberikan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan, untuk melakukan transformasi besar, dengan melaksanakan strategi besar. Mari kita pecahkan masalah fundamental yang kita hadapi. Kita lakukan lompatan besar untuk kemajuan yang signifikan. Kita harus bajak momentum krisis ini," pungkasnya.

(prf/ega)