Mbah Tardjo: Skandal Jaguar Diselidiki Polisi, Bukan BIN
Kamis, 05 Jan 2006 17:30 WIB
Jakarta - Keterlibatan BIN mengungkap skandal Jaguar dikritik. Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno menilai skandal ini sebaiknya diselidiki kepolisian dan kejaksaan."Lebih baik BIN menyelidiki bom yang meledak di pasar babi, Palu. Tugas BIN bukan menyidik masalah mobil. Kepolisian dan kejaksaan harus menyelidiki pelapor. Kalau itu fitnah, terserah presiden dan stafnya," kata pria yang akrab dipanggil Mbah Tardjo ini di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/1/2006).Seperti diberitakan, Kepala BIN Syamsir Siregar mengatakan akan menelusuri motivasi di balik skandal Jaguar. Hasilnya akan disampaikan kepada Presiden SBY. Menurutnya, penelusuran ini atas inisiatif BIN, bukan instruksi Presiden SBY.Skandal Jaguar mencuat ketika pengacara Egi Sudjana melaporkan indikasi pemberian Jaguar kepada Seskab Sudi Silalahi, Jubir Presiden SBY Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, serta seorang putra Presiden SBY dari pengusaha Harry Tanoesoedibjo ke KPK.
(aan/)











































