5 Ribu Gakin Malang Dicoret dari Daftar BLT II

5 Ribu Gakin Malang Dicoret dari Daftar BLT II

- detikNews
Kamis, 05 Jan 2006 17:13 WIB
Malang - Sekitar 5 ribu keluarga miskin (gakin) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dinyatakan gagal menerima dana bantuan langsung tunai (BLT) tahap dua, yang akan disalurkan bulan Februari 2006 ini. Mereka dicoret dari daftar penerima bantuan, karena dianggap tidak memenuhi kriteria sebagai keluarga miskin. "Setelah dilakukan verifikasi ulang, 5 ribu warga Kabupaten Malang dicoret dari daftar penerima BLT. Mereka tidak memenuhi syarat sebagai penerima dana BLT," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Hafidz, kepada wartawan, Rabu (5/1/2006). Menurut Hafidz, BPS Kabupaten Malang sudah menarik kembali kartu penerima dana BLT yang sudah tersebar. Mereka dianggap gagal menerima bantuan tahap 2 karena hasil verifikasi ulang. "5 Ribu gakin tersebut tidak memenuhi kriteria 9 variabel dari 14 variabel yang sudah ditetapkan," jelasnya. Dari hasil pendataan petugas BPS di lapangan, dari 5 ribu gakin tersebut diketahui memiliki sepeda motor, televisi serta mempunyai penghasilan lebih dari Rp 500 ribu per bulannya. Sampai sejauh ini pihak BPS Kabupaten Malang masih melakukan verifikasi terhadap 149.218 gakin di Kabupaten Malang yang akan menerima dana BLT yang diperkirakan akan disalurkan pada bulan Februari 2006. Sedangkan data susulan keluarga miskin yang diajukan per kecamatan terjadi penambahan sebanyak 20 ribu gakin. Menurut perhitungan, hasil verifikasi ulang akan selesai dilakukan pada 20 Januari 2006. Kemudian, pada 24 Januari 2006 data tersebut diserahkan ke pusat. Sedangkan perkiraan pencairan dana BLT dilakukan pada pertengahan Februari 2006. Menyikapi banyaknya jumlah gakin yang gagal menerima BLT pada tahap 2 ini, sejumlah camat di Kabupaten Malang mengaku khawatir. Sebab pencoretan itu bisa menimbulkan protes warga yang kemungkinan akan menimbulkan kericuhan. Camat Pakisaji Kabupaten Malang, Ali Riza, kepada wartawan mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan akibat banyaknya gakin yang dicoret sebagai penerima dana BLT tahap 2, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan Muspika serta petugas kepolisian. "Gakin yang dicoret saya harap legowo dan tidak membuat kericuhan, Sebab mereka sangat tidak layak menerima dana BLT tahap 2 ini," harap Ali Riza. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads