Anies Lantik Eks Penasihat KPK Jadi Kepala Bapenda DKI

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 20:06 WIB
Giliran Penasihat KPK Tsani Ikut Daftar Capim
Tsani Annafari (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik dua pejabat di lingkungan Pemprov DKI. Dua pejabat itu adalah Kepala Biro Kerja Sama Daerah DKI Jakarta Andhika Permata dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Mohammad Tsani Annafari.

"Tadi pelantikan dua jabatan pimpinan tinggi pratama hasil dari seleksi terbuka yang dibuka enam jabatan. Satu Kepala Bapenda, Wakil Kepala Bapenda, Kepala Biro Kerja Sama, kemudian Wakadishub, Kepala Dinas UKM dan Koperasi, kemudian satu lagi Dinas Perumahan," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Chaidir di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/8/2020).

"Dari enam itu, yang diperoleh kandidatnya tiga dan memenuhi syarat hanya dua Kepala SKPD, satu Kepala Biro Kerja Sama yang tadi sudah dilantik Pak Andhika Permata dan satu lagi Kepala Badan Pendapatan Daerah Mohammad Tsani Annafari, itu posisi posisi tersebut pejabat yang dilantik Pak Gubernur dengan mekanisme protokol kesehatan COVID," sambungnya.

Chaidir mengatakan, sebelum menjabat Kepala Bapenda DKI, Tsani pernah menjadi Penasihat KPK. Setelah itu, Tsani memiliki jabatan fungsional kebijakan fiskal di Kementerian Keuangan.

"Kepala Bapenda sebelumnya sebagai jabatan fungsional penyidik di KPK, kemudian setelah itu kemarin dalam bulan Februari sebagai jabatan fungsional Kebijakan Fiskal di Kementerian Keuangan. Nah, sekarang pindah lagi jadi Kepala Bapenda," ucapnya.

Lebih lanjut, Chaidir menjelaskan, para pejabat yang baru saja dilantik itu terlebih dahulu menjalani tahap seleksi seperti tes akademik dan psikotes. Dalam psikotes, calon kandidat akan dinilai kemampuan manajerialnya.

"Jadi ada dua komponen nilai, satu nilai dari pansel (panitia seleksi) itu berkaitan dengan tes psikologinya, psikologi itu yang menyebabkan nilai yang sangat tinggi seorang pejabat itu harus mempunyai kemampuan kompetensi psikologis, kematangan dalam memimpin manajerial, di sini kuncinya masih memenuhi syarat atau sangat memenuhi syarat atau memenuhi syarat saja. Nah, ketika kurang memenuhi syarat, mereka walaupun hasil dari tes bidang kompetensi akademisnya (bagus), menggugurkan," katanya.

Setelah ada tiga kandidat, Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menyerahkannya kepada gubernur. Kemudian gubernur akan memilih kandidat tersebut menggunakan hak prerogatifnya.

"Yang bisa direkomendasi KASN, satu jabatan harus ada tiga kandidat, yang memenuhi syarat dan masih memenuhi syarat tinggal dari kandidat, ini hak prerogatif dari pejabat pembina kepegawaian adalah gubernur untuk memilih di antara tiga ini," katanya.

Chaidir mengatakan, saat ini ada 12 jabatan pratama di Pemprov DKI Jakarta yang masih lowong. Chaidir mengaku pihaknya juga akan segera membuka kembali seleksi.

"Kita akan buka lagi sebentar lagi," katanya.

(idn/idn)