Pacar Bunuh Mahasiswi S2 Unram: Awalnya Bercinta, Cekcok Lalu Cekik

Idham Kholid, Faruk Nickyrawi - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 14:28 WIB
Polisi mengungkap misteri kematian mahasiswi S2 yang jasadnya ditemukan tergantung di ventilasi rumah di NTB.
Polisi mengungkap misteri kematian mahasiswi S2 yang jasadnya ditemukan tergantung di ventilasi rumah di NTB. (Foto: dok. Istimewa)
Mataram -

Linda Novita Sari (23), mahasiswi S2 Fakultas Hukum Universitas Mataram, yang ditemukan tewas tergantung di ventilasi rumah, ternyata dibunuh oleh pacarnya, RPN alias Rio (22). Pembunuhan itu berawal dari cekcok.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto mengatakan, sebelum dibunuh dan ditemukan tergantung pada Sabtu (25/7/2020), korban dan pelaku sempat bertemu di BTN Royal pada Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 17.00 Wita.

Keduanya sempat berbicara panjang-lebar. Polisi juga menyebut keduanya sempat berhubungan badan.

Suara perselisihan mulai timbul setelah pelaku meminta izin pergi ke Bali selama dua hari, tapi tidak diizinkan oleh korban.

"Seketika terjadi adu mulut di antara keduanya. Korban sempat mengancam hendak bunuh diri menggunakan sebilah pisau. Korban juga mengancam akan memberi tahu orang tua pelaku jika dirinya dalam keadaan hamil. Upaya tersebut dapat dicegah pelaku dengan menenangkan korban," kata Artanto dalam keterangannya, Jumat (14/8/2020).

Cekcok kembali terjadi setelah orang tua pelaku menelepon. Pelaku diminta pulang ke Janapria, Lombok Tengah. Orang tua pelaku menelepon tiga kali, tiga kali juga pelaku meminta izin kepada korban untuk pulang.

Korban tak mengizinkan pelaku pulang, cekcok kembali terjadi. Pelaku kesal ketika korban mengancam dengan anak panah. Sambil berkata jangan macam-macam, pelaku mencekik leher korban menggunakan tangannya pada Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 19.30 Wita.

"Rio terus mencekik sampai korban jatuh ke karpet di rumah tersebut. Pelaku tetap mencekik leher korban sampai tidak sadarkan diri. Tubuh perempuan yang baru lulus seleksi program Pascasarjana Fakultas Hukum Unram itu tidak bergerak lagi," papar Artanto.

Beberapa saat kemudian, pelaku termenung memandangi tubuh kekasihnya yang tidak lagi bergerak. Lalu timbul niat pelaku untuk menghilangkan jejak.

Pelaku keluar dari jendela rumah dan pergi ke daerah Jempong untuk membeli tali. Tapi tali baru didapat di sekitar daerah Kekalik. Pelaku kembali ke TKP pembunuhan, lalu menggantung jenazah, membuat seolah korban bunuh diri.

Lihat video 'Lamaran Ditolak, Dosen Bunuh Kekasihnya:

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2