Penembakan Maut di Kelapa Gading, Pelaku Tembak Korban 5 Kali

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 14:21 WIB
Ratusan senpi Illegal berhasil diamankan Direskrium Polda Metro Jaya, Minggu (15/11/2015). Ratusan senpi dan para tersangka itu diamankan oleh pihak berwajib selama operasi dalam kurun waktu 3 bulan. Terlebih dengan maraknya ancaman dan penembakan pelaku kejahatan di Ibukota yang semakn meresahkan masyarakat. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi Pistol (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Polisi terus melakukan penyelidikan terkait penembakan maut di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Terbaru, polisi menyebutkan setidaknya ada 5 tembakan yang dikeluarkan oleh pelaku guna membunuh korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kembali. Hasilnya, polisi menemukan satu selongsong peluru lagi di lokasi.

"Tadi pagi Krimum Polda Metro Jaya bersama-sama dengan Reskrim Polres Jakarta Utara lakukan olah TKP lagi dan ditemukan satu selongsong lagi. Setelah dikroscek dari hasil visum Rumah Sakit Kramat Jati Polri, ternyata ada 5 tembakan," sebut Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Dari total 5 tembakan tersebut, kesemuanya mengenai bagian-bagian vital korban yang diketahui seorang pengusaha pelayaran bernama Sudianto (51). Tiga dari lima tembakan tersebut diketahui mengenai dada korban.

"Saya ulangi lagi ada lima tembakan. Tiga mengenai dada, satu sempat tembus dan dua ini mengenai muka dan kepalanya. Ini yang kemudian dilakukan pendalaman oleh tim melaksanakan olah TKP," terang Yusri.

Seperti diketahui, penembakan terjadi di siang bolong di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (13/8) sore. Saat itu, korban hendak pulang ke rumahnya untuk makan siang.

Jarak rumah korban dengan kantornya sekitar 50 meter. Saat sedang berjalan kaki, korban tiba-tiba ditembak dari belakang. Setelah melakukan penembakan, 2 pelaku melarikan diri. Saat ini kasus penembakan di Kelapa Gading ini masih diselidiki polisi.

(isa/isa)